SERANG | TR.CO.ID
Perlu adanya komitmen pemerintah dalam melakukan perbaikan sistem pendidikan nasional agar hasil penilaian Programme For International Student Assesment (PISA) tahun 2025 ini dapat meningkat.
Juga perlu merefleksi kesiapan generasi muda dalam menghadapi kompleksitas tantangan baru dunia.
Pemerhati pendidikan di kabupaten Serang Dr. Alfian Mubarok, M.Si mengatakan, informasinya, pengumpulan data main survey PISA 2025 sudah dimulai pada pertengahan April 2025 lalu. Sesuai dengan surat edaran dari Pusat Asesemen Pendidikan (Pusmendik) nomor 0266/ HK/SK.02.02/2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah sekolah yang menjadi sampel batch 1 sebanyak 136 yang tersebar di provinsi Bangka Belitung, Jogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Alfian menjelaskan, penilaian PISA 2025, ada tiga komponen yang diukur yakni kemampuan Matematika, membaca dan sains serta domain inovatif yakni learning in a digital world. Tahun ini, tidak hanya menilai pengetahuan sains saja tetapi menilai implementasi sehari hari (Science Identity) serta memasukan penilaian keberlanjutan dengan menempatkan siswa sebagai agensi.
“Jadi tantangan barunya bagi para siswa dalam PISA 2025, kecerdasan Intelektual (IQ) dan penilaian emosional (EQ),”jelasnya.
Perlu diketahui, Skor PISA negara negara ASIA Tahun 2022, total rata rata yang diperoleh Indonesia sebanyak 368 dengan rincian Matematika 366, Membaca 359 dan Sain 383. Skor rata rata ini lebih rendah dari beberapa negara tetangga seperti Thailand sebesar 394. Malaysia 404. Brunei 439. Vietnam 468. Korea Selatan 523. Singapura 560. Jepang 533. Taiwan 533. Qatar 422.
Hasil PISA 2022, ditemukan fakta lain. Sebanyak 18 persen siswa Indonesia mencapai level 2 pada Matematika. Artinya 82 persen siswa Indonesia usia 15 tahun masih belum mencapai kecakapan dasar dalam Matematika. (Pengetahuan di bidang Matematika masih relatif rendah). Sebanyak 25 persen siswa Indonesia mencapai level 2 pada domain membaca. Pada domain ini tidak ada siswa Indonesia yang berada di evel top performer. Sedangkan pada domain penilaian sains hanya 34 persen siswa Indonesia mencapai level 2. “Skor PISA 2022 menjadi satu catatan penting dalam mengevaluasi dan upaya peningkatan kualitas SDM serta daya saing nasional,”terangnya. (Mur).









