Warga Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg kepada Menteri ESDM

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Warga Kota Tangerang mengeluhkan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Kelangkaan ini telah terjadi selama sepekan terakhir, menyebabkan kesulitan bagi masyarakat dalam mendapatkan isi ulang tabung gas.

Dalam kunjungannya ke Jalan Palem Raya, Cibodas, Kota Tangerang, Selasa (4/2), Bahlil disambut keluhan dari warga yang antre membeli gas melon. Salah seorang warga dengan nada penuh emosi menyampaikan bahwa stok gas kosong di banyak warung pengecer.

“Saya sekarang lagi masak, Pak. Saya tinggalkan demi gas,” ujar seorang warga kepada Bahlil.

Menteri ESDM berusaha menenangkan warga yang terus menyuarakan keresahannya. “Iya ya ya,” jawab Bahlil, berusaha meredakan ketegangan. Namun, warga tetap meluapkan kekecewaan terhadap kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.

“Anak kami lapar, butuh makan, butuh kehidupan, Pak. Logikanya berjalan dong, Pak,” timpal warga lainnya.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah memahami persoalan ini dan tengah berupaya mencari solusi terbaik. Ia juga mengakui adanya penyalahgunaan distribusi subsidi yang perlu diperbaiki.

Baca Juga:  Usai Kementan, KPK Bidik Pengaturan Proyek di Kemnaker Usai Periksa Anak Buah Cak Imin

“Tapi ada juga yang menyalahgunakan subsidi yang harus kita perbaiki,” ujar Bahlil.

Sepekan terakhir, kelangkaan gas elpiji 3 kg di warung-warung pengecer terjadi di berbagai daerah, memaksa warga antre panjang di pangkalan resmi untuk mendapatkannya. Menyikapi kondisi ini, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginstruksikan agar pengecer kembali dapat menjual gas melon mulai hari ini. Namun, pengecer harus menjadi sub-pangkalan resmi dalam proses distribusi guna menghindari penyimpangan. (cng/ka6/ris/dam)

Berita Terkait

Tak Lolos SD Negeri, Anak di Kota Tangerang Tetap Bisa Sekolah Gratis di Puluhan SD dan MI Swasta
Pemkot Tangerang Percepat Penanganan Keluhan Warga Lewat Evaluasi Kewilayahan
BPBD Kota Tangerang Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Cuaca, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi
Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027
Pemkot Tangerang Tuntaskan Perbaikan Akses Jalan RSUD Kota Tangerang
Maryono Minta ASN Kota Tangerang Gaspol Tingkatkan Kinerja di Semester II 2026
Pemkot Tangerang Matangkan Penataan Jalan Kiasnawi, Fokus Atasi Macet dan Dongkrak Wisata
Sachrudin Pastikan Pemkot Tangerang Kawal Sensus Ekonomi 2026 Hingga Tingkat RT/RW
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 16:20 WIB

Tak Lolos SD Negeri, Anak di Kota Tangerang Tetap Bisa Sekolah Gratis di Puluhan SD dan MI Swasta

Senin, 15 Juni 2026 - 16:16 WIB

Pemkot Tangerang Percepat Penanganan Keluhan Warga Lewat Evaluasi Kewilayahan

Senin, 15 Juni 2026 - 14:18 WIB

BPBD Kota Tangerang Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Cuaca, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi

Senin, 15 Juni 2026 - 14:15 WIB

Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Senin, 15 Juni 2026 - 14:12 WIB

Pemkot Tangerang Tuntaskan Perbaikan Akses Jalan RSUD Kota Tangerang

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Senin, 15 Jun 2026 - 14:15 WIB