CILEGON | TR.CO.ID
Masalah banjir yang terjadi di Kota Cilegon kembali menjadi sorotan, setelah peristiwa banjir pada Sabtu lalu menelan korban. Meskipun banjir bukan hal baru di kota ini, keluhan masyarakat semakin meningkat terhadap ketidakmampuan pemerintah setempat dalam menangani dan mencegah banjir.
Arifin Solehudin, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), menyampaikan kekecewaan terhadap sikap acuh pemerintah Kota Cilegon terhadap masalah banjir. Menurutnya, upaya pencegahan banjir yang dijanjikan oleh Wali Kota dan Wakil Walikota Cilegon belum terlihat secara kongkrit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menilai Pemerintah Kota Cilegon masih lalai dalam upaya pencegahan banjir. Padahal, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon sudah menandatangani fakta integritas dengan Ikatan Mahasiswa Cilegon salah satunya adalah melakukan upaya pencegahan banjir kongkrit,” ujarnya, Selasa (6/2/2024).
IMC menduga bahwa beberapa titik banjir disebabkan oleh tata kelola yang kurang baik, di mana saluran air tidak sesuai dengan intensitas air hujan yang turun. Hal ini dianggap sebagai masalah utama yang perlu segera diatasi.
“Kami berharap Pemerintah Kota Cilegon serius menangani persoalan tersebut agar Cilegon, yang diharapkan menjadi kota modern dan bermartabat, dapat mewujudkan hal tersebut dengan nyata,” pungkasnya.
Arifin juga menyoroti banjir di Kecamatan Grogol, yang diduga sebagai dampak dari aliran yang tersumbat oleh proyek PT LCI.
“IMC mendesak Walikota Cilegon untuk mengambil langkah tegas terhadap PT LCI agar bertanggung jawab dan ikut aktif dalam proses mitigasi bencana banjir yang kemungkinan akan terus terjadi di wilayah Grogol,” katanya.
Pemerintah Kota Cilegon diingatkan untuk segera mempersiapkan diri menghadapi berbagai bencana alam lainnya, seperti gempa bumi dan tsunami, dengan memiliki konsep mitigasi yang kongkrit. Mahasiswa menekankan bahwa tanpa mitigasi dini, potensi terjadinya bencana dan risiko korban akan terus meningkat di masa depan.
Penulis : FB
Editor : ris









