Menkeu: Situasi Geopolitik yang Tak Pasti

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan situasi geopolitik saat ini telah berubah dan mewanti-wanti ketidakpastian global yang bisa bersifat permanen.

Sri Mulyani mengatakan ketidakpastian global saat ini bukan disebabkan oleh bencana alam atau persoalan lainnya yang bersifat temporer. Melainkan ketidakpastian disebabkan unilateralism seperti penerapan tarif importasi yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap semua partner dagangnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita lihat ketidakpastian ini akan lebih permanen karena nature dari ketidakpastian ini bukan karena situasi yang sifatnya temporer, tapi lebih suatu shifting yang sifatnya kemungkinan jangkanya menengah panjang,” ujar Sri Mulyani di acara CNBC Indonesia Economic Update 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dikutip detikcom, Rabu (18/6).

Baca Juga:  Budi Prajogo Lengser, Imron Rosadi Isi Kursi Wakil Ketua DPRD Banten

“Kalau AS melakukan unilateral tariff policy terhadap semua partner dagangnya, itu selain karena domestic policy, itu juga membentuk global governance yang baru,” sambunganya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyebut banyak negara besar dunia yang tidak lagi mempercayai lembaga keuangan multilateral seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank). Menurutnya, ketidakpercayaan itu disebabkan kepentingan negara maju yang tidak diwadahi oleh lembaga multilateral tersebut.

Baca Juga:  KPU Tangerang Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pilkada 2024

“Sehingga negara-negara kuat merasa saya harus menyelesaikan masalah saya sendiri tanpa menggunakan lembaga multilateral tersebut. Ini lah yang disebut unilateralism atau dispute diselesaikan secara bilateral,” tutur Sri Mulyani.

Padahal institusi global itu sebenarnya dibentuk untuk menyelesaikan sengketa hingga permasalahan yang terjadi antar negara. Banyak negara yang berharap agar penyelesaian sengketa bisa dilakukan pada institusi multilateral seperti WTO.

“Banyak negara yang masih berharap harusnya kalau ada dispute kita menyelesaikannya dengan WTO, tapi WTO sekarang tidak atau sangat kurang berfungsi,” imbuh Sri Mulyani. (you/jr)

Berita Terkait

Benyamin Davnie Buka KMD 2026, Tekankan Integritas dan Perlindungan Peserta Didik
KMD Ciputat Timur 2026 Cetak Pembina Pramuka Berkarakter dan Inovatif
Sachrudin Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul
Pemkot Tangerang Perkuat Kemampuan Komunikasi Publik ASN, Maryono: Bangun Kepercayaan Masyarakat Lewat Informasi yang Jelas
Prevalensi Stunting Kota Tangerang Bertahan di Angka 5,4 Persen, Pemkot Fokus Cegah Kasus Baru
Pemkot Tangerang Perluas Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Swasta Gratis
Lindungi Pekerja Rentan, Pemkot Tangerang Gelontorkan Rp384 Juta per Bulan untuk Jaminan Sosial
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, IKPP Tangerang Tanam 10.000 Mangrove Langka di Pesisir Pantai Utara
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:19 WIB

Benyamin Davnie Buka KMD 2026, Tekankan Integritas dan Perlindungan Peserta Didik

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:15 WIB

KMD Ciputat Timur 2026 Cetak Pembina Pramuka Berkarakter dan Inovatif

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:10 WIB

Sachrudin Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:16 WIB

Pemkot Tangerang Perkuat Kemampuan Komunikasi Publik ASN, Maryono: Bangun Kepercayaan Masyarakat Lewat Informasi yang Jelas

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:52 WIB

Pemkot Tangerang Perluas Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Swasta Gratis

Berita Terbaru