Leptospirosis Mengintai di Musim Hujan, Ini Gejala dan Pencegahannya

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Berdasarkan data cuaca per 23 Januari 2026, wilayah Indonesia khususnya Jabodetabek sedang mengalami kondisi berawan hingga hujan lebat dengan suhu rata-rata sekitar 34°C dan kelembapan yang mencapai 45-58%.

BMKG juga telah mengeluarkan status Siaga dan Waspada untuk wilayah Banten (termasuk Tangerang) dan DKI Jakarta akibat potensi hujan lebat yang dapat memicu genangan air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki puncak musim penghujan di awal tahun 2026, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Leptospirosis.

Kondisi lingkungan yang basah dan banjir inilah yang menjadi sarana utama penyebaran bakteri Leptospira dari urine tikus ke lingkungan manusia. Penyakit yang sering dikaitkan dengan genangan air dan populasi tikus ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Menurut dr. Putri Mutiara Sari, dokter umum di RS Sari Asih Cipondoh, pemahaman masyarakat mengenai cara penularan sangat penting, terutama saat curah hujan sedang tinggi seperti sekarang.

Apa Itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit infeksi zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Baca Juga:  Warga Lebak Terjangkit HIV

“Penularan utama terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, paling sering adalah tikus,” jelas dr. Putri.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Banyak orang mengira gejalanya hanya flu biasa atau demam biasa. Namun gejala penyakit ini bisa muncul 1–2 minggu setelah terpapar bakteri leptospira. Dr Putri menekankan beberapa tanda khas:

  1. Demam Tinggi Mendadak: Disertai menggigil dan sakit kepala hebat.
  2. Nyeri Otot Khas: Terutama pada bagian betis, punggung, dan pinggang.
  3. Mata Merah: Mata memerah tanpa disertai kotoran mata (belekan).
  4. Komplikasi Berat: Jika terlambat ditangani, dapat menyebabkan mata kuning (jaundice), gagal ginjal, hingga perdarahan paru.

Tips Pencegahan

Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi hingga akhir Januari, menurut dr. Putri Mutiara Sari, berikut langkah praktis pencegahannya:

• Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): pakai sarung tangan dan sepatu boots jika harus melewati genangan air atau membersihkan saluran air.
• Tutup Luka: Bakteri masuk melalui luka sekecil apa pun. Tutup luka dengan plester kedap air.
• Kebersihan Diri: Segera cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan genangan banjir.
• Basmi Tikus: Jaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus dengan menutup akses masuk dan mengelola sampah dengan benar.

Baca Juga:  Lirik Eka Hospital, PSBS Biak lakukan Medical Chek Up PCMA

Kapan Harus ke Dokter?

Dokter Putri menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami demam tinggi dan nyeri otot setelah terpapar air banjir.

“Diagnosis dini dan pemberian antibiotik yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi organ dalam,” tutupnya.

Bagi Anda yang memerlukan konsultasi medis atau pemeriksaan lebih lanjut, segera kunjungi fasilitas Kesehatan terdekat dan pastikan kesehatan Anda tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem ini dengan menjalani beberapa tips pencegahan.

Penularan utama terjadi melalui kontak kulit yang lecet atau selaput lendir dengan air kencing tikus atau hewan lain yang mengandung bakteri leptospira, paling sering melalui air banjir

Penanganan leptospirosis ringan umumnya bersifat suportif karena penyakit ini bersifat self-limiting disease. Namun, untuk leptospirosis yang bergejala berat, pemberian antibiotik disarankan untuk mencegah komplikasi.

Berita Terkait

Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus
Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Benda Resmi Layani Pasien JKN-KIS
Perluas Layanan Masyarakat Rentan, Sachrudin Resmikan BPJS Kesehatan di RSUD Benda
Waspada Virus Hanta, Pemkot Tangerang Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan
Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai
Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan untuk Ahli Waris
Jaga Integritas dan Kesehatan Pegawai, CKG Hadir di Kejaksaan Negeri Kota Tangerang
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:43 WIB

Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:10 WIB

Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Benda Resmi Layani Pasien JKN-KIS

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:07 WIB

Perluas Layanan Masyarakat Rentan, Sachrudin Resmikan BPJS Kesehatan di RSUD Benda

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:59 WIB

Waspada Virus Hanta, Pemkot Tangerang Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:15 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru

Daerah

Warga Jakarta Terlantar diselamatkan DINSOS Kota Tangerang

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:52 WIB