TANGERANG | TR.CO.ID
Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang kembali menggelar pelatihan teknologi mutakhir bagi masyarakat. Kali ini, pelatihan Chatbot Angkatan Kedua memasuki tahap intensif di hari keempat dengan membekali para peserta dengan keterampilan membangun asisten digital otomatis guna mendukung digitalisasi UMKM lokal.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini bertujuan untuk menekan angka pengangguran di Kota Tangerang dengan memberikan kemampuan yang relevan dengan tren kerja remote atau jarak jauh yang diminati oleh Generasi Z.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Instruktur Pelatihan Chatbot Rachmat Wirasena menjelaskan, kurikulum dirancang secara efektif sehingga peserta mampu membangun sistem dari nol hanya dalam waktu singkat.
“Kami melibatkan AI dalam proses pembelajarannya. Jika tanpa AI, pelatihan ini bisa memakan waktu satu bulan. Namun dengan bantuan teknologi, dalam lima hari peserta sudah menguasai kerangka chatbot, pembuatan website sederhana sebagai wadah, hingga integrasi sistem transaksi digital,” kata Rachmat.
“Pelatihan selama lima hari mencakup pengenalan kerangka chatbot dan integrasi sistem transaksi, praktik langsung pada sektor barang serta jasa dan diakhiri dengan ujian kompetensi untuk memastikan kesiapan peserta di lapangan,” sambungnya.
Di tempat sama, Kepala Subbagian Tata Usaha Effi Susanti Eli menekankan, pelatihan ini merupakan respons terhadap kebutuhan pasar. Tahun 2026 ini, ditargetkan akan ada lima angkatan Pelatihan Chatbot untuk memenuhi antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Banyak anak muda sekarang ingin kerja yang fleksibel atau by remote. Melalui chatbot, mereka bisa menghasilkan uang dari rumah dengan menjadi konsultan bagi UMKM di Kota Tangerang,” ungkapnya.
Chatbot dinilai menjadi solusi bagi pelaku usaha yang sering kehilangan potensi pembeli karena tidak bisa membalas pesan di jam istirahat.
Dengan chatbot, UMKM seperti penjual kue atau jasa lainnya bisa melayani pelanggan 24 jam. Tinggal klik menu, pesan dan langsung checkout.
Selain bisa bekerja di perusahaan teknologi, mereka diharapkan mampu menjadi mitra strategis bagi ribuan UMKM di Kota Tangerang.
“Harapan kami adalah meningkatkan kualitas masyarakat dan mengurangi pengangguran. Walaupun bekerja dari rumah, mereka tetap bisa produktif dan menghasilkan cuan,” tutupnya. (mas/wil)









