Dinkes Pandeglang Berdayakan Kapasitas Kader

Senin, 18 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG | TR.CO.ID

Upaya untuk menurunkan jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) membutuhkan peran dari berbagai pihak terutama Kader, karena kader adalah peran nyata masyarakat membantu pemerintah menangani isu kesehatan, termasuk TBC.

Demikian dikatakan Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) pada dinas kesehatan kabupaten Pandeglang, Hj.Dian Handayani, SKM, kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemberdayaan kapasitas kader dalam pengawasan minum obat dan Investigasi kontak TBC sangat penting kita libatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kader merupakan bagian dari masyarakat yang terlatih dan bekerja secara sukarela.

“Kader merupakan ujung tombak dan kunci dalam penanggulangan TBC Indonesia saat ini negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia,” ungkapnya.

Untuk itu, katanya, diharapkan para kader dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit tuberkulosis berupa penyuluhan serta berperan aktif menjadi koordinator PMO (pengawasan Menelan Obat) dengan cara memberikan edukasi dan motivasi kepada PMO untuk selalu melakukan pengawasan menelan obat, dan menjadi PMO apabila ada pasien yang tidak memiliki PMO.

Baca Juga:  Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Efek Jangka Panjang Imunisasi Campak

“Dalam memerangi TBC, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam hal ini dinas kesehatan tidak bisa bergerak sendiri, diperlukan keterlibatan masyarakat menjadi penting dalam menopang program penanggulangan untuk eliminasi TBC tahun 2030 di Indonesia,” pungkasnya.

Pada kegiatan Pemberdayaan kader dan masyarakat dalam kegiatan pengawasan minum obat dan investigasi kontak TBC serta pemberian Terapi Pencegahan TBC.

“Alhamdulilah di Kabupaten Pandeglang telah dilatih 1000 orang kader tersebar di kabupaten Pandeglang,” katanya.

Diutarakan, dimana tugas kader tersebut untuk melakukan penyuluhan di masyarakat, oleh karena itu kader secara aktif mengumpulkan anggota masyarakat untuk melakukan edukasi TBC dan pola hidup sehat.

“Deteksi dini gejala aktif TBC, serta merujuk orang yang bergejala ke Puskemas dan melakukan pemantauan minum obat terapi pencegahan, serta melakukan Investigasi kontak (IK),” katanya.

Dalam kesempatan itu, setelah di berikan pengetahuan kader juga mengunjungi Rumah Kasus Indeks (pasien TBC) di sekitar rumahnya dengan minimal untuk mendeteksi secara dini infeksi laten TBC dan sistematis terhadap orang yang kontak dengan sumber infeksi TBC.

Baca Juga:  Pasca Pencoblosan Pemilu 2024, RSUD Taman Sari Mulai Dipadati Caleg dan Timses yang Stress

“Meskipun orang dengan infeksi laten TBC tidak/belum menunjukkan gejala, akan tetapi berisiko menjadi sakit TBC. Oleh karenanya, orang dengan infeksi laten TBC harus diberikan penanganan yang tepat dan sesuai standar,” katanya.

“Maka diperlukan Terapi Pencegahan TBC (TPT) merupakan salah satu langkah untuk mencegah orang infeksi laten TBC yang berisiko untuk berkembang menjadi sakit TBC positif,” tambahnya.

Diatakannya, tujuan pemberian TPT adalah untuk mencegah terjadinya sakit TBC sehingga dapat menurunkan beban TBC. “Syarat diberikan TPT adalah orang yang tidak sakit yang kontak dengan penderita TBC. TPT diberikan pada orang yang kontak serumah dengan penderita TBC positif pada usia 0-14 tahun, remaja dan dewasa,” ungkapnya.

Diri berharap semangat Kader TBC dapat menemukan secara dini kasus TBC. Mari bersama mengambil peran, ikut mengubah jalannya sejarah, mencegah dan mengurangi kesakitan akibat tuberkulosis menuju Eliminasi Tuberkulosis Indonesia 2030.

Penulis : ian

Editor : ris

Berita Terkait

Prevalensi Stunting Kota Tangerang Bertahan di Angka 5,4 Persen, Pemkot Fokus Cegah Kasus Baru
Pemkot Tangerang Gandeng LPK Wahana Danau Indah, Buka Jalan Kerja ke Jepang bagi Lulusan SMK
Pelayanan kepada Masyarakat kota Tangerang, Ambulance Gratis Dinkes Evakuasi Pasien Kritis
Waspada Hipertensi Setelah Makan Daging Kurban, Dinkes Kota Tangerang Imbau Masyarakat CKG di Puskesmas
CISADANE Resmi Diluncurkan, Layanan Pendidikan Inklusif Kota Tangerang Makin Terintegras
Dinkes Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Eliminasi TBC
Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus
Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Benda Resmi Layani Pasien JKN-KIS
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:01 WIB

Pemkot Tangerang Gandeng LPK Wahana Danau Indah, Buka Jalan Kerja ke Jepang bagi Lulusan SMK

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:43 WIB

Pelayanan kepada Masyarakat kota Tangerang, Ambulance Gratis Dinkes Evakuasi Pasien Kritis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:02 WIB

Waspada Hipertensi Setelah Makan Daging Kurban, Dinkes Kota Tangerang Imbau Masyarakat CKG di Puskesmas

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:41 WIB

CISADANE Resmi Diluncurkan, Layanan Pendidikan Inklusif Kota Tangerang Makin Terintegras

Senin, 25 Mei 2026 - 14:03 WIB

Dinkes Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Eliminasi TBC

Berita Terbaru