KOTA TANGERANG | TR.CO.ID
Lantaran adanya bau gas yang menyebar hingga tercium hingga menggangu pernafasan yang diduga berasal dari pabrik es batu, Ratusan warga Keluharan Koang Jaya Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang melakukan pengungsian.
Insiden itu terjadi pada, Selasa (6/2/24) dini hari. Dimana akibat bau gas yang menyengat menyebar ke pemukiman tersebut membuat warga panik hingga puluhan warga mengalami sesak napas dampak menghirup gas dan dilarikan ke Rumah Sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Baunya sangat menyengat, pedih juga dimata. Kebocoran gas ini diduga dari pabrik es batu yang berlokasi tidak jauh dari pemukiman warga,” ujar Iki salah satu warga saat ditanya awak media.
Iki menambahkan, saat ini warga pada meninggalkan rumah dan memilih untuk mengungsi di pinggir kali Cisadane, tepatnya di sekitar Taman Nobar untuk menyelamatkan diri dari bau gas yang menyengat.
“Tanpa pikir banyak kita mending ngungsi dulu di sekitar taman nobar buat cari aman. Takutnya selain membuat sesak nafas dan mata pedih, kebocoran gas ini dapat menimbulkan ledakan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Zain Dwi Nugroho membenarkan kejadian tersebut dan saat ini pihaknya tengah melakukan evakuasi tehadap warga.
“Untuk warga yang berjarak kurang lebih 100-300 meter dari lokasi kebocoran gas amaniak yang dapat membahayakan kesehatan warga,” tutur Zain.
Kapolres menuturkan bahwa akibat gas yang menyembar kepemukiman tersebut puluhan warga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) terdekat untuk mendapatkan pertolongan akibat sesak nafas.
“4 orang di RS Sari Asih Sangiang, 6 orang di RS Sari Asih Karawaci, 4 orang di RS Arrahman serta 27 orang di RS Hermina,” terangnya.
Tambah Kapolres, untuk upaya penanganan, pihaknya tengah melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan pihak BPBD dan Damkar Kota Tangerang.
“Upaya penanganan tengah kita lakukan dengan berkoordinasi dengan jajaran yang ada serta memeriksa beberapa saksi atas kebocoran gas amaniak di pabrik es tersebut,” pungkasnya.
Penulis : fj
Editor : dam









