Kenaikan Harga Beras Diprediksi hingga Maret 2024

Senin, 26 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi panen belum memasuki tahapan dalam skala besar sehingga harga beras belum dapat dipastikan kembali ke harga normal.

JAKARTA | TR.CO.ID

Kenaikan harga beras yang terjadi saat ini di pasaran, diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2024 lantaran petani belum memasuki musim panen raya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid ketika ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (23/2) menjelaskan, kondisi cuaca yang tidak pasti mengakibatkan musim panen saat ini menjadi tidak jelas.

Menurut dia, situasi panen belum memasuki tahapan dalam skala besar sehingga harga beras belum dapat dipastikan kembali ke harga normal.

Harga beras medium stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp10.900/kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Namun, kata dia, ada pedagang yang menjualnya sekitar Rp11.000/kg hingga Rp11.500/kg.

“Kalau sudah terjadi panen raya, dapat dipastikan harga beras turun. Tapi kalau setidaknya terjadi gagal panen, kami belum tahu seperti apa ke depannya,” kata Zulkifli.

Baca Juga:  PT MRT Jakarta Bangun Stasiun Bawah Tanah Pertama di Indonesia

Dia memastikan harga beras akan kembali normal, sesudah panen raya yang diperkirakan terjadi pada pertengahan atau akhir Maret 2024.

Zulkifli menjelaskan, ketidakpastian cuaca yang disebabkan El-Nino mengakibatkan kondisi panen padi menjadi tidak menentu.

“Sebenarnya kita sudah panen, tetapi ada kegagalan panen istilahnya. Terlebih cuaca tidak jelas, ada El-Nino ditambah lagi, di daerah panen padinya belum menentu,” ucapnya.

Salah satu pedagang beras di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Rini (43) menjelaskan, harga beras saat ini dijual dengan harga Rp12.500/kilogram, padahal sebelumnya hanya mencapai Rp9.000/kg.

“Harga Rp12.500/kg itu untuk beras yang kelas terendah, kualitasnya agak pera,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengajak masyarakat beralih ke pembelian beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) guna mengatasi mahalnya harga beras premium saat ini.

“Jadi, saya berharap masyarakat beralih ke beras SPHP, kan kalau beras premium barangnya lagi naik dan barangnya juga tidak sesuai dengan yang ditentukan,” kata Zulkifli di sela peninjauan harga beras di Transmart Cempaka Putih di Jakarta, Senin (19/2).

Baca Juga:  Stabilisasi Harga, Pemkot Tangerang Jual Ratusan Ton Beras SPHP

Dia menyebut bahwa dari hasil peninjauan yang dilakukan pihaknya, harga beras premium cukup tinggi dan bervariasi mulai Rp72.000, Rp75.000, bahkan ada yang menjual Rp80.000 per lima kilogram. Harga tersebut tidak sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp69.500 per kilogram.

Zulkifli menjelaskan, bahwa peningkatan harga beras premium tidak hanya disebabkan oleh faktor ketersediaan, tetapi juga oleh penundaan panen akibat fenomena El Nino.

Hal tersebut berdampak pada ketersediaan beras di pasaran, mengakibatkan tingginya harga jual.

“Memang suplainya beras premium itu tidak sebanyak dulu karena kita belum panen, panennya mundur, karena fenomena El Nino, suplainya kurang harganya naik,” ucap Zulkifli.

Menurut Zulkifli program beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Perum Bulog sebagai solusi alternatif dalam menanggulangi kenaikan harga beras premium yang tinggi di sejumlah ritel modern maupun di pasar tradisional.(JR)

Berita Terkait

Hotel Swiss-Belinn Airport Jakarta, Siapkan Paket Liburan Sekolah untuk Petualangan Tanpa Batas
Poktan Binaan IKPP Tangerang Lakukan Tour ke East West Seed Indonesia Purwakarta
Paramount Land Resmikan Pusat Otomotif Terpadu, BEZ Auto Center di Illago Grande, Gading Serpong
Idul Adha 2024, IKPP Tangerang Bagikan Sapi dan Kambing ke Masyarakat Sekitar
Kuliner Lezat Selama Liburan Bulan Juni 2024 hadir di Hotel Santika Premiere Bintaro
Paramount Land Bagikan Kacamata untuk Anak Negeri
Langkah Nyata PT IKPP Tangerang Tumbuhkan Ekonomi Rakyat, Gerai Bina Lestari Jadi Unggulan
17 Perusahaan Tak Miliki SIPPA, DPRD Banten Mendorong Tertibkan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 19:30 WIB

Hotel Swiss-Belinn Airport Jakarta, Siapkan Paket Liburan Sekolah untuk Petualangan Tanpa Batas

Kamis, 20 Juni 2024 - 13:22 WIB

Poktan Binaan IKPP Tangerang Lakukan Tour ke East West Seed Indonesia Purwakarta

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:57 WIB

Paramount Land Resmikan Pusat Otomotif Terpadu, BEZ Auto Center di Illago Grande, Gading Serpong

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:44 WIB

Idul Adha 2024, IKPP Tangerang Bagikan Sapi dan Kambing ke Masyarakat Sekitar

Jumat, 14 Juni 2024 - 11:09 WIB

Kuliner Lezat Selama Liburan Bulan Juni 2024 hadir di Hotel Santika Premiere Bintaro

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:16 WIB

Paramount Land Bagikan Kacamata untuk Anak Negeri

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:50 WIB

Langkah Nyata PT IKPP Tangerang Tumbuhkan Ekonomi Rakyat, Gerai Bina Lestari Jadi Unggulan

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:15 WIB

17 Perusahaan Tak Miliki SIPPA, DPRD Banten Mendorong Tertibkan

Berita Terbaru

Daerah

ASN Terlibat Judi Online Bakal Kena Sanksi

Jumat, 21 Jun 2024 - 14:52 WIB

Pemerintahan

Kanwil BPN Banten Sembelih dan Bagikan Daging Kurban

Jumat, 21 Jun 2024 - 14:49 WIB

Pendidikan

Ketua Kwarcab Lantik Kwarran Kelapa Dua

Jumat, 21 Jun 2024 - 14:03 WIB

Pemerintahan

Pemkot Tangsel Bersama GOPTKI Gelar Khitanan Massal

Jumat, 21 Jun 2024 - 14:00 WIB

Kesehatan

65 Ribu Anak Telah Diskrining

Jumat, 21 Jun 2024 - 13:57 WIB