TANGERANG | TR.CO.ID
Kondisi gapura di RT 01 RW 01, Kampung Bojong Nangka, Kelurahan Medang, kini memprihatinkan meski baru dibangun sekitar tiga bulan lalu. Pantauan di lokasi pada Selasa (27/5/2025) menunjukkan kerusakan pada bagian bawah dinding gapura yang tampak terkelupas dan retak di kedua sisinya.
Warga menduga kerusakan disebabkan oleh getaran kendaraan yang kerap melintas di bawah gapura, diperparah oleh penggunaan material yang dinilai tidak memadai. Lapisan dinding yang terlalu tipis dan penggunaan besi tulangan yang tidak sesuai disebut-sebut sebagai faktor utama rapuhnya bangunan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kerjaannya nggak bener itu. Kalau nggak salah, baru tiga bulan lalu gapura itu dibangun. Kita tahu banget gimana cara ngebangunnya, itu mah asal-asalan,” kata Suparno, warga setempat yang menyaksikan langsung proses pembangunan.
Tak hanya rusak, buruknya kualitas konstruksi juga sempat memicu kecelakaan. Seorang pengendara motor dikabarkan tertimpa bagian plafon gapura yang lepas, diduga karena tidak terpasang dengan baik.
“Itu yang bagian atas jatuh, nimpuk anak muda. Mungkin dia kaget, akhirnya kecelakaan,” tambah Suparno.
Keluhan serupa juga disampaikan Uti, pengguna jalan yang sering melintas di lokasi tersebut. Ia menyayangkan pembangunan yang dinilainya asal jadi dan menganggapnya sebagai bentuk pemborosan anggaran pemerintah.
“Ini mah jauh dari ekspektasi. Kirain bagus, kuat, dan tahan lama. Nggak taunya ringkih, rapuh,” ujarnya.
Uti berharap pemerintah segera mengevaluasi kontraktor pelaksana proyek dan menindaklanjuti laporan warga. Menurutnya, kerusakan pada bangunan baru seharusnya menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk lebih ketat dalam mengawasi kualitas proyek infrastruktur.
“Masa pemerintah nggak tahu? Ini bukan nggak tahu, kayaknya pura-pura nggak tahu,” pungkasnya. (cng)









