Lurah Benda Baru Diperiksa Polisi

Lurah Benda Baru Diperiksa Polisi
AKP Supiyanto, Kapolsek Pamulang saat diwawancara wartawan.

Gara-gara Ngamuk di Sekolahan

TANGSEL | TRM
Akhirnya, Kepolisian sektor (Polsek) Pamulang memanggil Lurah Benda Baru, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel, Saidun yang mengamuk dan merusak fasilitas sekolah milik SMA Negeri 3 Tangsel, Selasa (28/07).
Saidun yang merusak fasilitas sekolah karena, calon siswa titipannya ditolak oleh SMAN 3 Tangsel.


Saidun yang mendatangi Polsek Pamulang dengan menggunakan seragam khas Aparatur Sipil Negara (ASN) tiba sekitar pukul 10.35 WIB dengan salah satu pendampingnya dari Kelurahan Benda Baru.
Hasil pantauan wartawan, hingga pukul 15.00 WIB, Saidun belum juga keluar dari ruang penyidik Polsek Pamulang yang berada di lantai 2.


Kapolsek Pamulang, AKP Supiyanto membenarkan jika Lurah Benda Baru, Saidun sedang dimintai keterangan oleh tim penyidik Polsek Pamulang terkait pengrusakan yang dilakukannya pada 10 Juli lalu di SMAN 3 Tangsel.


"Yang mana kami dari pihak penyidik Polsek Pamulang telah melakukan pemanggilan melalui izin Ibu Walikota karena beliau seorang Pegawai Negeri. Kemudian hari ini, Lurah Benda Baru Saidun telah kami panggil sementara masih jadi saksi ya, beliau datang dan sementara nasih dalam proses penyidik," ujar Supiyanto di Mapolsek Pamulang, Selasa (28/07).


Supiyanto mengatakan, pemanggilan Saidun ke Polsek Pamulang merupakan pertama kali atas dasar pengembangan kasus perbuatan tidak menyenangkan dan pengrusakan sebagaimana pasal 335 dan Pasal 446 KUHP.


"Ini pertama (pemanggilan). Tentunya penyidik, baru melakukan pemeriksaan hasilnya belum diketahui. Yang jelas sekarang masih dalam proses pemeriksaan statusnya masih menjadi saksi," ucapnya.
Supiyanto menambahkan, status saksi bisa menjadi tersangka jika nantinya penyidik melakukan gelar perkara.


"Setelah kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi, kita gelar perkara, kami menentukan tersangka melalui gelar perkara. Itu namanya proses manajemen penyidikan, itu SOP kami. Setelah digelar perkara berdasarkan fakta, alat bukti yang ada nanti kita tingkatkan jadi tersangka," pungkasnya. (*/jojo)