Materi Bisa Diklarifikasi, Tapi Hati yang Pecah Tak Bisa Diperbaiki

Selasa, 5 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Khozinudin

Ahmad Khozinudin

Oleh : Ahmad Khozinudin, Sastrawan Politik

Di sejumlah media, termasuk di Matta Najwa, beredar klarifikasi Anies Baswedan soal pencapresannya bersama Cak Imin. Tentu, versi Anies, yang intinya tidak ada kesepakatan yang dikhianati.

Sebelumnya, Demokrat menyebut Anies dan Surya Paloh berkhianat karena secara sepihak memasangkan Anies dengan Cak Imin. Hal inilah, yang menyebabkan Demokrat mencabut dukungan kepada Anies dan keluar dari koalisi perubahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klarifikasi ini, tentu akan menentramkan basis konsituen Anies. Walaupun, bagi sebagiannya klarifikasi ini tak penting. Bagi ‘Die Hard’ nya Anies, yang Pejah Gesang Nderek Anies, apapun yang dilakukan Anies mereka akan tetap mendukung.

Jangankan berkhianat, masuk lubang semut pun tetap akan diikuti. Karena basis dukungan itu telah didasari oleh taklid buta, tidak rasional lagi membahas argumentasi.

Baca Juga:  Sachrudin: OPD Jangan Nunggu Disuruh!

Namun, klarifikasi ini tak akan bisa memperbaiki hari yang sudah rusak oleh alasan yang disimpulkan sebagai pengkhianatan. Bagi Demokrat, klarifikasi Anies ini bisa saja ditafsirkan sebagai Apologi. Sehingga, Demokrat kemungkinan tidak akan membantah atau membenarkannya, tanda Demokrat tetap dalam pandangan politik sebelumnya.

Demokrat sendiri, sudah menentukan sikap politiknya. Dengan ucapan selamat kepada Anies, AHY telah menyampaikan sikap politik partainya.

Semestinya, cara yang ditempuh Anies adalah kunjungan langsung dan bicara empat mata, lalu mengadakan konferensi bersama AHY. Kalau ini yang ditempuh, maka klarifikasi ANIES akan bernilai, dan mempersatukan. Bukan klarifikasi sepihak.

Hanya untuk melakukan langkah ini, Anies harus memiliki kesabaran untuk menunda hingga Demokrat mereda, baru kemudian bicara sesuai keadaan yang diinginkan. Hanya, Anies mungkin lebih khawatir dengan legacy pengkhianat dilekatkan pada dirinya, kalau tidak segera mengklarifikasi. Ini kaitannya dengan elektabilitas, bukan soal kredibilitas.

Baca Juga:  Antara Parcok (Partai Coklat) dan Param Kocok

Sudahlah, akhirnya kita rakyat yang diminta memilih. Mau percaya Anies atau SBY. Sahroni Nasdem sempat akan melaporkan SBY, walau akhirnya dibatalkan.

Kita rakyat, tidak punya garansi untuk mempercayai siapapun. Karena umumnya politisi itu biasa berdusta dan khianat.

Dalam konteks elektabilitas, klarifikasi Anies bisa saja memiliki nilai. Namun, dalam konteks menjaga atau memperbaiki hati, KLARIFIKASI Anies tak bernilai. Hati yang sudah pecah, biasanya tambah berserak ketika tidak ada yang mengalah, apalagi berusaha membangun agitasi untuk membenarkan diri, dengan mengabaikan orang yang telah disakiti.(*)

Berita Terkait

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital
DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja
Heboh Dugaan Pelecehan ASN di Cilegon
Pesan Menyentuh Abah Entoh di Tengah Lautan Jamaah
Sedikit Kegembiraan Di Tengah Kecemasan Catatan Hendry Ch Bangun
Bijaksana Mengelola Potensi Energi Ketika Tatanan Global Porak Poranda
SIDONI KABUPATEN TANGERANG: INOVASI YANG PATUT DITIRU UDD DI INDONESIA
SIDONI KABUPATEN TANGERANG: INOVASI YANG PATUT DITIRU UDD DI INDONESIA
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:23 WIB

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 - 10:47 WIB

DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:00 WIB

Heboh Dugaan Pelecehan ASN di Cilegon

Senin, 30 Maret 2026 - 14:54 WIB

Pesan Menyentuh Abah Entoh di Tengah Lautan Jamaah

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:55 WIB

Sedikit Kegembiraan Di Tengah Kecemasan Catatan Hendry Ch Bangun

Berita Terbaru