Pentingnya Evaluasi Realisasi Prioritas Pembangunan

Jumat, 15 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

DPRD Kota Tangerang menggelar rapat Paripurna dengan dua agenda yaitu Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Penjelasan Wali kota tentang RAPBD 2024, kemudian dilanjutkan dengan paripurna Jawaban Wali kota atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap R-APBD 2024.

Juru bicara fraksi-fraksi DPRD Kota Tangerang Prawoto dalam penyampainnya mengungkapkan, fraksi-fraksi meyakini bahwa dalam kehidupan diperlukan kedinamisan dan perubahan guna mengikuti perkembangan secara adaptif yang dapat menyesuaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun perubahan itu harus tetap dalam koridor hormat, kepatutan dan kepantasan yang tidak mencederai pihak lain atau bahkan harus membawa manfaat bagi banyak pihak,” katanya, Rabu (13/9/23).

Dari Fraksi PDI Perjuangan menilai pentingnya dilakukan evaluasi terhadap realisasi kegiatan prioritas pembangunan. Dari setiap urusan program prioritas pembangunan daerah hingga penentuan kebijakan keuangan daerah APBD 2024 harus memiliki fokus atau sasaran terstruktur terhadap target kualitas perencanaan pembangunan yang meliputi laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi. “Sementara itu berkaitan dengan pendapatan daerah khususnya target yang bersumber dari retribusi daerah mengalami penurunan dibanding tahun 2023 sebesar Rp 22 miliar atau 21 persen, Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan alasan penurunan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Andra Soni: Kemajuan Nelayan Banten Harus Mendapat Perhatian Serius

Ada pun Fraksi Gerindra menyampaikan harapan agar pendapatan terus meningkat secara simultan, searah terutama sektor pendapatan asli daerah (PAD) di berbagai bidang potensial seiring dengan cita-cita Kota Tangerang menjadi kota mandiri.

“Tentu yang lebih diutamakan adalah peningkatan PAD yang akan menjadi hal menggembirakan. Sebab ini menjadi tolak ukur bahwa Kota Tangerang terus berkembang dan dapat memaksimalkan potensi daerah sebagai sektor pendapatan. Namun jika PAD menurun, justru Fraksi Gerindra juga akan berpandangan sebaliknya,” ujarnya.

Sementara Fraksi Golkar menyampaikan pandangannya terhadap RAPBD TA 2024 yakni bahwa Pemkot Tangerang menganggarkan pelayanan dasar bidang pendidikan sebesar Rp 1,3 triliun serta bidang kesehatan sebesar Rp 953,65 miliar. “Program dan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan oleh Pemkot Tangerang untuk meningkatan layanan pendidikan dan layanan kesehatan pada tahun 2024?’ katanya.

Sementara, Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah menyampaikan jawabannya. “Untuk anggaran pendidikan sebesar Rp 1,30 triliun dapat kami jelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik khususnya dalam bidang pendidikan melalui penyediaan sarana prasarana yang memadai dan juga program pendidikan gratis baik negeri maupun swasta,” tuturnya.

Baca Juga:  Ditlantas Polda Banten Gelar Donor Darah dan Khitanan Masal, Dalam Rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-69

“Termasuk juga upaya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik yang membutuhkan anggaran terbesar, sejumlah Rp 619,19 miliar yang digunakan untuk membiayai kegiatan adninistrasi keuangan berupa pembayaran gaji pns, gaji P3K, tambahan penghasilan pegawai dan tunjangan profesi guru serta administrasi perencanaan, kepegawaian, administrasi BMD, dan administrasi umum perangkat daerah. Sementara itu, dalam rangka pemerataan kapasitas sekolah terutama SMP, pada tahun ini Pemkot sedang dalam proses pembangunan SMP Negeri di Kecamatan Pinang sehingga saat ini di setiap kecamatan sudah tersedia dua SMP Negeri,” sambungnya.

Di bidang kesehatan, lanjut Arief, terdapat empat program yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dalam mendukung prioritas pembangunan kesehatan di Kota Tangerang. “Diantaranya adalah program pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, progra peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, program sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan minuman, serta program pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan,” pungkasnya.

Penulis : WIlki Irawan

Editor : Haris Sujarsad

Berita Terkait

BPN Banten Perluas Kolaborasi Media Demi Optimalisasi Layanan Publik
11 Kecamatan di Lebak Terdampak Banjir dan Longsor
Museum Multatuli Catat Tren Kenaikan Jumlah Pengunjung
MUI Minta Penertiban Tempat Hiburan di Kawasan Telaga Biru Cigaru
Modernisasi Pertanian, Kementan Distribusikan Traktor dan Alsintan di Lebak
Akses Baduy Dalam Segera Ditutup
Gubernur “Pecut” OPD Soal RPJMD
Peralihan Air Bersih Karawaci Dimulai, Camat Awasi Ketat Pelayanan PDAM
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:52 WIB

BPN Banten Perluas Kolaborasi Media Demi Optimalisasi Layanan Publik

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:13 WIB

11 Kecamatan di Lebak Terdampak Banjir dan Longsor

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:52 WIB

Museum Multatuli Catat Tren Kenaikan Jumlah Pengunjung

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:16 WIB

MUI Minta Penertiban Tempat Hiburan di Kawasan Telaga Biru Cigaru

Senin, 12 Januari 2026 - 13:50 WIB

Modernisasi Pertanian, Kementan Distribusikan Traktor dan Alsintan di Lebak

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Verifikasi Dokumen Kependudukan Kini Hanya Bisa Melalui Aplikasi IKD

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:16 WIB

Kota Tangerang

Pendaftaran Bimtek SIINas 2026 Gratis Dibuka

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:09 WIB

Kota Tangerang

Sarana Olahraga Tangerang: Pemkot Fokus Bangun di Tengah Pemukiman

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:06 WIB

Kota Tangerang

Pasar Anyar Tangerang Kian Lengkap Jelang Ramadan

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:01 WIB

Kota Tangerang

Rehabilitasi RTLH Tangerang: Pemkot Targetkan 1.000 Rumah di 2026

Kamis, 15 Jan 2026 - 12:57 WIB