SERANG | TR.CO.ID
Dalam dua pekan terakhir, Banten menjadi saksi fenomena kontroversial di mana beberapa calon anggota legislatif (caleg) dari PKB dan PPP dikabarkan mengalihkan dukungan mereka kepada pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran), meskipun partai-partai tersebut telah menjadi pengusung paslon lain.
Setidaknya enam caleg dari PKB dan PPP diketahui terlibat dalam alih dukungan ini. PKB, yang merupakan pendukung pasangan Anies R. Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), kehilangan tiga caleg dari dapil Kabupaten Pandeglang.
Di sisi lain, PPP, yang mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (Ganjar-Mahfud), juga kehilangan tiga caleg dari dapil Kabupaten Serang.
Ketua DPW PKS Banten, Gembong R Sumedi, dengan tegas membantah adanya kader atau caleg PKS yang terlibat dalam alih dukungan.
“Saya pastikan (seluruh) kader PKS 100 persen tidak ada yang membelot,” ungkapnya. Gembong juga menegaskan bahwa jika ada kader PKS yang terlibat, mereka bukan merupakan kader resmi partai, melainkan “kader bodong”.
Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) AMIN Provinsi Banten mengekspresikan kekecewaannya terhadap aksi alih dukungan ini.
“Apalagi kan calon Wapres-nya kan Ketua Umum mereka, ya sangat disayangkan. Tapi kalau soal sanksi saya menyerahkan ke mekanisme PKB, yang jelas TKD sangat menyenangkan saja,” ujarnya.
Kontroversi ini menjadi sorotan karena melibatkan partai-partai besar dan menimbulkan pertanyaan terkait disiplin internal partai serta pengaruh personalitas calon terhadap dukungan individu. Publik menantikan langkah selanjutnya dari partai terlibat untuk menanggapi dan menangani situasi ini.
Penulis : net
Editor : ris









