Waspada Manipulasi Foto AI, Diskominfo Imbau Masyarakat Jaga Jejak Digital

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang meminta masyarakat untuk mewaspadai tren penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk memanipulasi foto menjadi konten asusila. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya risiko pelanggaran privasi dan pencemaran nama baik melalui rekayasa digital yang semakin sulit dibedakan dengan aslinya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Mugiya Wardhany menyampaikan, bahwa perkembangan teknologi AI membawa manfaat besar, namun di sisi lain memiliki risiko tinggi jika digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak nama baik atau melanggar privasi seseorang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban dari manipulasi AI ini bisa siapa saja. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih bijak dalam mengelola jejak digital. Kontrol privasi adalah perlindungan terbaik di era digital saat ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Tingkatkan Pelayanan

Lebih lanjut, Diskominfo menyarankan agar warga secara berkala memeriksa pengaturan privasi di setiap platform media sosial dan memastikan bahwa akses pihak ketiga terhadap data pribadi tetap dalam kondisi nonaktif.

“Jangan anggap remeh unggahan foto wajah berkualitas HD. Teknologi AI bekerja optimal pada foto jernih, sehingga risiko manipulasi menjadi sangat besar. Gunakanlah filter atau ambil foto dari jarak jauh demi keamanan privasi,” tegasnya.

Berikut beberapa ciri foto hasil manipulasi AI, antara lain :

  1. Wajah & Mata: Sorot mata terlihat “mati” atau tidak fokus, kedipan tidak natural, serta tekstur kulit yang terlalu mulus seperti plastik.
  2. Detail Tangan & Aksesoris: Jumlah jari yang tidak normal (lebih atau kurang dari lima), serta bentuk anting atau perhiasan yang tidak simetris atau tampak “menembus” kulit.
  3. Latar Belakang & Objek: Pencahayaan yang tidak konsisten antara objek dan latar, serta teks pada pakaian atau kemasan yang acak dan tidak terbaca.
Baca Juga:  Pedagang Pasar Anyar Tangerang Mulai Menata Dagangannya

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan alat deteksi gratis seperti hivemoderation.com, sightengine.com atau truemedia.org untuk mengecek keaslian sebuah gambar.

“Mari kita bersama-sama menjaga ruang digital Kota Tangerang yang aman, sehat, dan produktif dengan tidak menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya,” tukasnya. (wil/dam)

Berita Terkait

Perumdam TKR Berikan Pemasangan Sambungan Langganan Gratis Sebagai Bentuk Kepedulian Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Pemkot Tangerang Perluas Akses Kerja Lewat Skema KUR PMI, Maryono: Jangan Terhambat Soal Biaya
PT Indah Kiat PULP & Paper TBK. Tangerang Mill Salurkan Bantuan 35.000 Masker Untuk Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin
Pemkot Tangerang Bekali 100 Warga Pelatihan Tata Boga
Sekda: Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan
Gandeng Karang Taruna, Pemkot Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
BLK Kota Tangerang Buka Pelatihan Bahasa Jepang Gratis
Sambut PON, Jalan Palima–Baros Diusul Dilebarkan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:01 WIB

Perumdam TKR Berikan Pemasangan Sambungan Langganan Gratis Sebagai Bentuk Kepedulian Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:07 WIB

Pemkot Tangerang Perluas Akses Kerja Lewat Skema KUR PMI, Maryono: Jangan Terhambat Soal Biaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:04 WIB

PT Indah Kiat PULP & Paper TBK. Tangerang Mill Salurkan Bantuan 35.000 Masker Untuk Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:33 WIB

Pemkot Tangerang Bekali 100 Warga Pelatihan Tata Boga

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:29 WIB

Gandeng Karang Taruna, Pemkot Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Daerah

Pemkot Tangerang Bekali 100 Warga Pelatihan Tata Boga

Rabu, 8 Jul 2026 - 10:33 WIB