TANGERANG | TR.CO.ID
Peluncuran Becak motor (Bentor) hasil restorasi mengawali kegiatan awal tahun di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Jum’at (2/1/26). Bentor-bentor yang nampak baru sesungguhnya hasil restorasi atau rekondisi dari becak yang sudah rusak.
Hal itu disampaikan oleh Camat Karang Tengah Hendriyanto. Kata dia, bahwa bentor yang terlihat baru telah melalui proses pemulihan, perbaikan, dan pembaharuan becak motor ke kondisi aslinya, bentor tersebut nantinya akan ke bagi ke setiap kelurahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada 14 unit, setiap kelurahan mendapat 2 unit,” ujarnya.
Hendry menambahkan, Kecamatan Karang Tengah di Kota Tangerang memiliki 7 kelurahan, yaitu: Kelurahan Karang Mulya, Kelurahan Karang Tengah, Kelurahan Karang Timur, Kelurahan Parung Jaya, Kelurahan Pedurenan, Kelurahan Pondok Bahar dan Kelurahan Pondok Pucung biar merata.
“Bentor-bentor yang diluncurkan pada awal tahun 2026 merupakan limpahan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang,” paparnya.
Hendry menjelaskan, bentor-bentor itu nantinya akan difungsikan sebagai alat pengangkut sampah dari warga. Bentor dipilih karena fleksibel dan ekonomis, terutama di daerah perkotaan dengan jalan sempit. Bentor biasanya digunakan untuk jarak dekat.
Menurut Hendry, sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan ibukota, kecamatan Karang Tengah memegang peran krusial.
“Masalah kebersihan di daerah penyangga, terutama terkait pengelolaan sampah dan pencemaran sungai, sering kali berdampak langsung pada Jakarta. Sampah dari daerah hulu dapat mengalir ke sistem sungai Jakarta, memperburuk masalah banjir dan pencemaran di ibu kota,” jelasnya.
Kesehatan masyarakat dan lingkungan daerah penyangga memiliki populasi yang sangat padat. Kebersihan yang buruk menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat setempat dan keberlanjutan lingkungan hidup.
“Singkatnya, kebersihan daerah penyangga bukan hanya masalah lokal, tetapi merupakan isu regional yang berdampak sistemik pada keberlanjutan dan kenyamanan seluruh kawasan metropolitan Jakarta,” imbuh Hendry. (wil/dam)









