Personel Gabungan Siap Amankan Pilkada

Personel Gabungan Siap Amankan Pilkada
apel gabungan

SERANG | TR.CO.ID

Polda Banten menurunkan 3.795 dan 1.074 prajurit TNI keseluruh lokasi penyekenggara pilkada serentak pada Rabu besok 9 Desember 2020. Mereka ditugaskan berjaga selama tiga hari ke depan.

Wilayah hukum (wilkum) Polda Banten yang menggelar pilkada, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Sedangkan Kota Tangsel, masuk ke dalam wilkum Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar memastikan personilnya netral dalam helatan pilkada. Mereka sudah berkomunikasi dengan penyelenggara pilkada untuk menempatkan TPS di lokasi yang aman dari banjir, lantaran gelaran pilkada berlangsung di tengah musim hujan.

“Netralitas menjadi prinsip kita, apabila tidak netral bisa terjadi letupan dan kekecewaan dari salah satu calon. Penekanan Kapolri, institusi Polri, netralitas yang selalu kita awasi. Hingga saat ini, tidak ditemukan tanda-tanda ketidak netralan itu,” kata Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar, di Mapolda Banten, Senin (7/12/20).

Menurut Kapolda Banten, untuk menghindari terjadinya kerumunan disekitar TPS, KPU sudah menyiapkan tenda antrean bagi masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya.

“(Masyarakat) itu dibagi lima segmen, tinggal aparat kita dan kesadaran masyarakat menempatkan diri dalam menjaga jarak dan posisi yang ideal. Oleh KPU (TPS) berusaha ditempatkan dilokasi yang tidak tergenang,” jelas Fiandar.

Seluruh personil Polri dan TNI akan menjaga 6.092 TPS. Dimana, Kabupaten Pandeglang sebanyak 2.248 TPS, Kabupaten Serang 3.065 dan Kota Cilegon berjumlah 784 TPS. Pengamanan TPS dan gudang logistik juga dibantu oleh Linmas, sebanyak 12.431 personil.

Polri, TNI dan Linmas mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan konvensional, seperti pencurian dan kejahatan jalanan. Kemudian tindak kecurangan dalam gelaran pilkada serentak 09 Desember 2020.

“(Waktu penjagaan) tiga hari, jika situasinya memanas maka bisa diperpanjang. (Antisipasi) Gangguan kamtibmas tradisional, pencurian begitu. Lalu kecurangan yang timbul, misalnya menggunakan daftar nama ganda,” jelasnya. (adg/srm)