LEBAK | TR.CO.ID
Produksi Palawija di Kabupaten Lebak, sepanjang Januari sampai November 2023 menembus 22.857 ton dan dipastikan bisa menggulirkan perputaran uang hingga miliaran rupiah.
Menurut Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan, jika hasil produksi yang didapat para petani itu dapat meningkatkan perekonomian, karena perguliran uang hasil panen sangat menjanjikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami meyakini perguliran uang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani,” kata Deni Iskandar di ruangan kerjanya, Senin (27/11/23).
Selama ini, lanjut Deni, tanaman palawija menjadi andalan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak mulai petani, buruh tani, buruh panggul, transportasi hingga pedagang pengecer.
Pemerintah daerah mendorong para petani terus meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman palawija. Sebab, permintaan komoditas produksi palawija di pasaran cenderung meningkat.
“Kita berharap produksi palawija ke depan bisa memenuhi permintaan pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang,” ucapnya.
Menurut dia, produksi enam komoditas palawija yang dikembangkan petani Kabupaten Lebak antara lain jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, singkong dan ubi jalar.
Produksi palawija sebanyak 22.857 ton terbagi atas jagung sebanyak 3.169 ton, kedelai 474 ton, kacang tanah 237 ton, kacang hijau 13 ton, singkong 16.749 ton dan ubi jalar 2. 216 ton.
Sementara itu, Dikdik (47) seorang petani Kecamatan Curugbitung mengaku, jika dirinya kini panen singkong seluas dua hektare dengan produksi 30 ton dengan harga Rp4.000/kilogram.
Para petani di sini yang mengembangkan tanaman singkong itu dengan memanfaatkan lahan milik perusahaan yang belum digunakan untuk pembangunan.
“Kami sejak tujuh tahun usaha pertanian singkong dan bisa membangun rumah dan menyekolahkan dua anak sampai perguruan tinggi,” katanya.
Penulis : Eem
Editor : dam









