
Tangerangraya.id | CILEGON
Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengusulkan bantuan benih bagi lahan pertanian seluas sekitar 10 hektare yang mengalami puso akibat banjir.
Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Cilegon, Mustofa, mengatakan lahan terdampak berada di Kecamatan Jombang dan tidak dapat dipanen karena terendam air dalam waktu cukup lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lahan yang diusulkan untuk bantuan sekitar 10 hektare berada di Kecamatan Jombang karena terendam cukup lama hingga tidak bisa dipanen,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, bantuan benih tersebut berasal dari cadangan pemerintah provinsi sebagai langkah antisipasi bencana pertanian. Realisasi bantuan akan disesuaikan dengan luas lahan terdampak serta hasil verifikasi dari pemerintah daerah.
Ia menambahkan, meski sebagian petani masih melakukan panen, dampak banjir sebelumnya cukup memengaruhi produksi pertanian di wilayah tersebut.
“Hasil panen di Cilegon umumnya untuk konsumsi sendiri dan sebagian dijual ke pasar,” katanya.
Sementara itu, kondisi pertanian pada 2026 dinilai relatif aman dari ancaman kekeringan. Curah hujan yang masih tinggi membuat sebagian lahan bahkan masih tergenang air.
“Sejauh ini tidak ada potensi kekeringan karena curah hujan masih tinggi,” jelasnya.
Mustofa juga menyebutkan dukungan pemerintah pusat berupa bantuan pompa air telah diberikan sejak 2012. Saat ini, terdapat sekitar 64 unit pompa yang dimanfaatkan oleh kelompok tani.
Di Kota Cilegon sendiri, terdapat sekitar 186 kelompok tani yang tersebar di delapan kecamatan. Sentra produksi padi terbesar berada di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Jombang.
Adapun luas lahan baku sawah di Kota Cilegon mencapai sekitar 1.150,76 hektare. Pemerintah daerah juga terus menjaga keberlanjutan lahan melalui program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan membatasi alih fungsi lahan. (ian/fb/dam)



