Kejari Dilaporkan ke Jamwas Kejagung

Jumat, 17 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Lembaga Perlindungan Konsumen dan Lingkungan Nusantara (LPKL-Nusantara), melaporkan Kejari Tangerang, Dinas PUPR dan Dinas Perkim Kota Tangerang ke Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksan Agung (kejagung) RI di Jakarta, belum lama ini (8 Mei 2024).

Menurut Ketua LPKL-Nusantara, Kapriyani SH MH, bahwa pihaknya melaporkan Kejari Tangerang, I Ketut Maha Agung, S.H.,M.H, didasari karena tidak ada penyelidikan atas laporan lembaganya ke kejari Tangerang, tentang dugaan tindak pidana Korupsi dana atau penyalahan wewenang oleh Pejabat Pemerintah Kota Tangerang yaitu adanya Proyek yang tidak sesuai prosedur Penunjukan Langsung dengan nilai Proyek Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah);

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Surat kami Nomor : 015/Per-K/LPKL-N/X/2023, tanggal 19 Oktober 2023, ya telah diterima pihak Kejaksaan Negeri Kota Tangerang pada tanggal 19 Oktober 2023 yang diterima langsung oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Tangerang dengan tanda di stempel resmi oleh Kejaksaan Negeri Kota Tangerang dan tidak ada tanggapan sama sekali oleh Sdr. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang maka kami kembali membuat surat permohon tindak lanjut dari surat kami yaitu surat Nomor : 01/Per/LPKL-N/XI/2023 tanggal 08 November 2023 diterima oleh Kejaksaan Negeri Kota Tangerang pada tanggal 08 November 2023. Namun, tidak ditindaklanjutnya pengaduan kami kepada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang kami menduga bahwa adanya isu dari masyarakat kota Tangerang bahwa pihak Kejaksaan ikut bermain Proyek Pemerintah kota Tangerang perlu diselidiki dan diawasi oleh pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia, ” kata Kapriyani kepada Harian Tangerang Raya, Kamis (16/5/2024).

Kapriyani mengatakan, seharus laporan kami ke Kejari Tangerang mengenai, hasil investigasi pihaknya terhadap Proyek Rehabilitas Turap Pinang Griya Kota Tagerang, yang dikerjakanCV. FAYA UTAMA MANDIRI, maka kami menemukan ada beberapa hal yang menurut kami berpotensi merugikan keuangan Negara, dilakukan secara melawan Hukum, dan memperkaya orang lain, adapun temuan kami tersebut adalah, bahwa pada tahun anggaran 2022 Pemerintah Kota Tangerang menganggarkan kegitan yang diberi judul Rehabilitas Turap Pinang Griya , yang pada awalnya dalam Anggaran Belanja Daerah diberikan
PAGU anggaran sebesar Rp Rp. 2.037.541.000,00 (dua milyar tiga puluh tujuh juta lima ratus empat puluh satu ribu Rupiah);

” Tanggal 20 April 2022, diumumkan lelang pekerjaan kontruksi tersebut Rehabilitasi Turap Pinang Griya dengan peserta yang berminat tender sebanyak 102 peserta, yang melakukan penawaran hanya satu peserta yaitu CV. Faya Utama Mandiri dengan nilai penawaran sebesar Rp. 985.356.999,65 (Sembilan ratus delapan puluh lima juta tiga ratus lima puluh enam ribu sebilan ratus semilan puluh Sembilan koma enam puluh lima Rupiah), bahwa dari hasil Evaluasi CV. Faya Utama Mandiri digagalkan menjadi pemenang dengan alasan Gugur, sesuai ketentuan Dokumen Pemilihan Bab V Lembar Data Kualifikasi, hal Persyaratan Kualifikasi, nomor 13 : 13. Dokumen lain Penambahan Syarat Kualifikasi : a. Mempunyai atau menguasai tempat usaha/kantor dengan alamat yang benar, tetap dan jelas berupa milik sendiri atau sewa. Untuk milik sendiri dibuktikan dengan bukti kepemilikan, untuk sewa dibuktikan dengan surat perjanjian sewa. b. Bukti Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan melampirkan sertifikat/bukti bayar yang masih berlaku. c. Bukti Kepesertaan BPJS Kesehatan dengan melampirkan sertifikat/bukti bayar yang masih berlaku. Peserta menyampaikan bukti penguasaan tempat usaha/kantor berupa PBB atas nama F. Munir, tidak ada dalam kepengurusan CV. Faya Utama Mandiri , sehingga Proses Lelang dinyatakan Gagal,” kata Kapriyani.

Baca Juga:  Dirkrimum Polda Banten Tangkap Pelaku Pencabulan Anak

Selanjutnya, kata Kapriyani, pada tanggal 11 Agustus 2022, proses pelelangan dilakukan kembali dengan peserta yang berminat sebanyak 101 (seratus satu) peserta yang melakukan penawaran sebanyak 5 (lima) peserta, dengan penawaran terenda dilakukan oleh Sang Anggara sebesar Rp 886.021.430.74 (delapan ratus delapan puluh enam juta dua puluh satu ribu empat ratus tiga puluh koma tujuh puluh empat Rupiah) dan yang tertinggi dilakukan oleh CV. Tri Karya dengan nilai penawaran sebesar Rp 999.513.463.79 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan juta lima ratus tiga belas ribu empat ratus enam puluh tiga koma tujuh puluh Sembilan Rupiah), bahwa asil evaluasi semua Peserta tidak memenuhi Klualifikasi terhadap lima penawaran tersebut, termasuk Cv. Tri Karya, yang sebelumnya telah memenangkan tender pekerjaan yang sama di tahun 2021;

” Pada tanggal 10 Oktober 2022 dilakukan pengumuman ulang dengan judul pekerjaan yang sama yaitu Rehabilitas Turap Pinang Griya dengan Nilai Pagu Paket sebesar Rp 1.018.770.500,00 (Satu Milyar delapan belas juta tujuh ratus tujuh puluh ribu lima ratus Rupiah) dengan metode pengadaan Penunjukan Langsung, yaitu yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek adalah CV. Faya Utama Mandiri, inikan aneh Namanya, ” papar Kapriyani lagi.

Kapriyani menjelaskan, fakta lain yang kami temukan dari penelusuran kami pada situs LPSE Kota Tangerang, kami menemukan bahwa CV. Faya Utama Mandiri memenangkan beberapa pekerjaan Kontruksi dari pihak Dinas PUPR kota Tangerang yang nilainya sangat fantastis, disisi lain pihak LPSE Kota Tangerang jelas-jelas menyatakan bahwa CV. Faya Utama Mandiri tidak menguasai tempat usaha, alias tidak mempunyai kantor alamat yang jelas, sehingga dapat diyakini juga CV. Faya Utama Mandiri duga tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengerjakan proyek- proyek yang mereka menangkan.

Baca Juga:  Rumah di Solear Terbakar Kerugian Ditaksir Rp 100 Juta

“Ada beberapa fakta lain yang kami dapatkan bahwa CV. Faya Urama Mandiri yang faktanya tidak memiliki kantor yang layak namun pada tahun anggaran 2023 ini telah memenangkan beberapa Proyek pekerjaan kontruksi dengan nilai yang cukup Fantastis yaitu : Pembangunan Sistem Pengendalian Banjir Kali Citegal Alur dan Kamal dengan nilai Proyek Rp 9.213.000.000 (Kurang lebih Sembilan Milyar Dua Ratus Tiga Belas Juta Rupiah); pekerjaan tidak sesuai dengan spesipikasi teknis pekerjaan, Pembangunan Gedung Pemuda Kota Tangerang dengan Nilai Proyek sebesar Rp 10.500.000.000 (Kurang lebih sepuluh milyar lima ratus juta rupiah, ” jelas Kapriyani.

Jadi menurut Kapriyani, atas dugaan tersebut, pihaknya lampirkan data proyek bahwa catatan kami adalah bahwa Pekerjaan tidak dikerjakan oleh Pihak Pemenang Lelang yang bersangkutan atau memnggunakan data yang fiktif, pekerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan adanya dugaan Mark Up bahan dan beberapa titik pekerjaan belum terselesaikan. Dan dari fakta yang kami dapat dan telah kami lakukan kompirmasi kepada pihak Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Tangerang tahun anggaran 2022 terhadap Proyek Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Pemakaman Kelurahan Mekarsari Beserta Fasilitasnya dengan Nilai anggran sebesar Rp 1.500.000.000 (satu milyar lima ratus juta rupiah), dengan melakukan tindakan pengurangan Volume yaitu diantranya mengganti bahan dari Uthiet menjadi menggunakan bata putih, yaitu sesuai dengan surat kami Nomor 012/Per-K/LPKL-N/IX/2023, tanggal 13 September 2023 dan Surat Permohonan Kralifikasi Nomor 015/Per-K/LPKL-N/X/2023 tanggal 09 Oktober 2023,(terlampir) yang sampai surat pengaduan ini kami sampaikan belum ada jawaban dari Pihak Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Tangerang;

“Berdasarkan Fakta Fakta yang kami temukan dilapangan tersebut dan analisa Hukum yang telah kami teliti, maka sangat layak jika pihak Kejaksaan dan atau Aparat Penegak Hukum Lainnya melakukan tindak lanjut dari laporan kami dan kami mengapresiasi itikad baik dari pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia Khususnya Bapak Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk melakukan penegakan hukum yang seadil-adilnya, ” tegas Kapriyani.

Hingga saat ini, pihak Kejari, Dinas PUPR, Dinas Perkim Kota Tangerang juga CV Faya Utama Mandiri, belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.(fj/TR)

Berita Terkait

HMI Cabang Pandeglang Laporkan Dugaan Korupsi di Proyek Bendung DI Cimoyan
Aparat Grebek Rumah Kontrakan Diduga Sarang Open BO
Janji Polri Berantas Judi Online
Tersangka Pemburu Cula Badak TNUK Terancam 5 Tahun Penjara
17 Perusahaan Tak Miliki SIPPA, DPRD Banten Mendorong Tertibkan
Sturman Panjaitan Soroti Konten Pornografi di Platform X
Komplotan Penipu di Bandara Soetta Modus Hipnotis Diringkus
Polisi Tegas Himbau Orang Tua Awasi Anak
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:02 WIB

HMI Cabang Pandeglang Laporkan Dugaan Korupsi di Proyek Bendung DI Cimoyan

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:57 WIB

Aparat Grebek Rumah Kontrakan Diduga Sarang Open BO

Rabu, 12 Juni 2024 - 14:24 WIB

Janji Polri Berantas Judi Online

Rabu, 12 Juni 2024 - 14:16 WIB

Tersangka Pemburu Cula Badak TNUK Terancam 5 Tahun Penjara

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:15 WIB

17 Perusahaan Tak Miliki SIPPA, DPRD Banten Mendorong Tertibkan

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:36 WIB

Sturman Panjaitan Soroti Konten Pornografi di Platform X

Senin, 10 Juni 2024 - 12:18 WIB

Komplotan Penipu di Bandara Soetta Modus Hipnotis Diringkus

Senin, 10 Juni 2024 - 12:11 WIB

Polisi Tegas Himbau Orang Tua Awasi Anak

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Aparat Grebek Rumah Kontrakan Diduga Sarang Open BO

Kamis, 13 Jun 2024 - 10:57 WIB

Pemerintahan

Bupati Serang Fokus Tangani Kenakalan Remaja

Kamis, 13 Jun 2024 - 10:55 WIB

Daerah

HUT Kecamatan Balaraja ke 143 Dibuka Sekda

Kamis, 13 Jun 2024 - 10:22 WIB

Daerah

Pj Gubernur Banten Launching PPDB Tahun 2024

Kamis, 13 Jun 2024 - 10:21 WIB