Tegas Tangani Aksi Kelompok Premanisme, Polda Metro Jaya di Apresiasi

Rabu, 8 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Polda Metro Jaya mendapat apresiasi dari masyarakat atas kinerja yang tegas dan cepat dalam menangani bentrokan dua kelompok Preman di Bekasi, Jawa Barat.

“Kapolda Metro Jaya telah tegas membersihkan Jakarta dan sekitarnya dari segala bentuk Premanisme,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan, dikutip Wartawan, Selasa (7/11/23).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengatakan tindakan tegas kepada Preman itu membuktikan Polri telah hadir sebagai pelayan, pelindung, pengayom dan penolong masyarakat Jakarta.

Ia menilai, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah cepat merespon terjadinya bentrokan dua kelompok Preman yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Polisi telah hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat atas bentrokan dua kelompok Preman yang disertai dengan penembakan. Bentrokan antar Preman ini kalau tidak ditertibkan dengan cepat maka bisa menimbulkan keresahan terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Airin Rachmi Diany Gaungkan Batik Sebagai Identitas dan Budaya Banten di Pilgub 2024

Dirinya meminta agar Polisi tidak sekalipun memberikan ruang kepada kelompok Premanisme, karena bisa menimbulkan ketakutan terhadap masyarakat luas.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus penembakan yang melibatkan dua kelompok massa Preman sehingga menyebabkan GR (44) tewas tertembak di kavling Rawa Bambu Bulak, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (29/10/23) malam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin mengatakan sembilan tersangka sudah ditahan sedangkan dua tersangka masih menjadi BURONAN.

“Ini penyerangnya jumlahnya 6 orang, salah satunya meninggal dunia. Kemudian yang melakukan perlawanan itu juga 6 orang juga, dua DPO,” kata Hengki Haryadi kepada wartawan, Senin.

Baca Juga:  Semifinal Euro 2024, Belanda vs Inggris, Diprediksi Bakal Adu Pinalti

Adapun korban tewas bernama Gaspar (44) yang diketahui merupakan kelompok dari Nus Kei yang menyerang kelompok John Kei. Untuk kelompok John Kei diketahui yang melakukan perlawanan dan yang diserang.

Hengki mengatakan bahwa peristiwa tersebut dipicu adanya dendam terkait insiden bentrokan pada bulan September lalu.

“Kemudian hasil pemeriksaan kami, bahwa kasus ini sebenarnya bermotif konflik antar beberapa kelompok yang sumbernya bukan di Jakarta, yang terjadi pada bulan September 2023 di Maluku Utara. Jadi ini adalah motifnya balas dendam,” ujarnya.

Akibat dari dendam itu, kelompok Nus Kei berniat untuk melakukan penyerangan terhadap kelompok John Kei di Bekasi, Jawa Barat pada 29 Oktober lalu dengan membekali diri dengan senjata tajam.

Penulis : FJ / Mas

Editor : Mustopa Adam Kamal

Berita Terkait

Ibu dan Seorang Pria Jadi Tersangka Kasus Seksual Anak
BNN dan Pemkot Perkuat Edukasi Pencegahan Narkoba di Tanah Tinggi
KLH Tindak Pabrik Pengolahan Limbah Oli Bekas di Tangerang
Kejagung Tahan Tiga Eks Pejabat BGN, Dugaan Korupsi MBG
Dua Debt Collector Dibekuk, Aniaya Personel Brimob
Ribuan Penerima Bansos Terindikasi Judol
Perempuan 19 Tahun Tewas dalam Kebakaran Bengkel
Sindikat Narkotika Sintetis Lintas Wilayah Dibekuk
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 10:54 WIB

Ibu dan Seorang Pria Jadi Tersangka Kasus Seksual Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 10:25 WIB

BNN dan Pemkot Perkuat Edukasi Pencegahan Narkoba di Tanah Tinggi

Senin, 22 Juni 2026 - 10:08 WIB

KLH Tindak Pabrik Pengolahan Limbah Oli Bekas di Tangerang

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:55 WIB

Kejagung Tahan Tiga Eks Pejabat BGN, Dugaan Korupsi MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:48 WIB

Dua Debt Collector Dibekuk, Aniaya Personel Brimob

Berita Terbaru