LEBAK | TR.CO.ID
Setelah sempat dinonaktifkan dan dilaporkan ke polisi karena menegur siswa yang merokok di lingkungan sekolah, Kepala SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, Dini Pitria, kini mendapat akhir yang membahagiakan. Tidak hanya kasusnya selesai secara damai, Dini juga memperoleh hadiah umrah gratis dari Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Shafa Depok, Haji Ahmad Rifky atau Ustaz Lancip. Hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas ketegasan dan dedikasinya dalam menegakkan disiplin di sekolah.
Haji Ahmad Rifky membenarkan bahwa pihaknya memberikan hadiah umrah kepada Dini. “Insyaallah benar kita memberikan hadiah umrah kepada Ibu Dini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ahmad mengaku telah menghubungi langsung Dini untuk menyampaikan niat tersebut. Ia berencana datang ke kediaman Dini di Rangkasbitung pada Minggu siang untuk menyerahkan perlengkapan umrah sekaligus membahas teknis keberangkatan.
Menurutnya, hadiah tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap guru yang berani dan berintegritas. “Itu spontan saja sebenarnya, karena kami ingin memberikan hadiah terbaik untuk seorang guru dan memotivasi para guru lainnya,” katanya.
Program umrah gratis memang rutin dilakukan setiap tahun oleh Ponpes Daarul Shafa, namun untuk Dini keputusan itu dibuat secara khusus dan mendadak. “Biasanya kami berikan kepada tokoh pendidikan atau ulama. Tapi untuk Bu Dini ini khusus, karena kami tergerak melihat ketegasannya,” tambahnya.
Seluruh biaya umrah, mulai dari tiket, akomodasi, hingga pembuatan paspor, ditanggung sepenuhnya oleh pihak pesantren. “All in semua kita kasih. Bahkan paspor juga nanti kita bikinkan gratis. Jadi tinggal berangkat,” ujarnya.
Ahmad menilai tindakan Dini yang menegur siswa pelanggar aturan sekolah seharusnya diapresiasi, bukan dilaporkan. Ia menegaskan, ketegasan guru tidak bisa disamakan dengan kekerasan karena merupakan bagian dari proses pendidikan.
“Lucu kalau seorang kepala sekolah menegakkan disiplin malah dilaporkan. Padahal niatnya menjaga lingkungan sekolah dari rokok, narkoba, dan hal negatif lain,” katanya.
Menurut Ahmad, kasus ini mencerminkan lemahnya penghargaan terhadap guru di Indonesia. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi orangtua agar tidak mudah menyalahkan guru ketika anaknya ditegur.
“Sekarang kalau dinasehatin sama guru, pulang ngadu ke orangtua, malah gurunya yang disalahkan. Ini harus diubah,” ujarnya.
Ahmad juga meyakini setiap ujian membawa hikmah tersendiri. “Di balik semua ujian pasti ada hikmahnya, apalagi untuk guru yang sedang berjuang menjaga nilai-nilai pendidikan,” tambahnya.
Rencananya, Dini akan berangkat umrah setelah musim haji tahun depan, sekitar Juli 2026, meski jadwal bisa saja dimajukan.









