Nelayan di Lebak Selatan Berhenti Melaut

Rabu, 7 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Sejumlah nelayan di Lebak Selatan mengaku berhenti melaut selama tiga hari, hal itu dikarenakan kondisi hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebabnya. Sehingga membuat nelayan tidak berani menjalankan aktifitasnya, karena bisa membahayakan keselamatan.

Ketua Nelayan Bayah, Agus Basri membenarkan, bahwa nelayan sudah berhenti melaut sejak beberapa hari yang lalu. Penyebabnya kata Agus, tentu saja karena cuaca diperairan laut Lebak Selatan saat ini tidak bersahabat, karena hujan angin sangat kencang yang turun dapat menyebabkan perahu terbalik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah berhenti melaut sejak beberapa hari yang lalu, karena cuacanya juga hujan disertai angin. Jadi dari pada terjadi sesuatu yang tidak dinginkan lebih baik kami menyandarkan kapal di dermaga,” kata Agus Basri kepada wartawan, Selasa (06/07/2024).

Baca Juga:  Ribuan Warga Cilangkahan Akan Aksi di DPR RI

Di tengah kondisi saat ini, menurut Agus, banyak perahu nelayan yang bersandar. Hal itu dilakukan agar mereka terhindar dari marabahaya saat melaut. Jika pun dipaksakan, maka nelayan tidak menjamin mendapatkan ikan tangkapan, malah nyawa menjadi taruhannya.

Untuk menghidupi kebutuhan sehari hari kata dia, sebagian nelayan sementara beralih profesi menjadi pedagang atau tukang ojek di terminal Bayah, yang penting kata dia, ada pendapatan untuk makan dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Jika dipaksakan melaut juga sangat berbahaya, jadi kita lebih baik menyandarkan kapal di dermaga. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari kita ngojek dulu atau berdagang cemilan khas Bayah seperti dodol, keripik pisang dan sale pisang, ucap Agus lagi.

Kusnadi, nelayan asal Kecamatan Panggarangan juga mengatakan hal yang sama. Kata dia, sudah tiga hari ini ia dan rekannya tidak melaut, mengingat saat ini cuaca sedang tidak bersahabat, bahkan kini pihak Kecamatan pun membuat larangan bagi warga untuk tidak melaut , karena dikhawatirkan menyebabkan kecelakaan laut.

Baca Juga:  Warga Binaan dan Petugas Lapas Rangkasbitung Rayakan Prestasi dengan Tradisi Liwetan Bersama

Kami sudah tidak melaut selama tiga hari. Hal itu disebabkan cuaca sedang buruk, pihak Kecamatan pun telah memberikan himbauan agar nelayan tidak pergi melalui, sampai cuaca kembali normal, kata Kusnadi.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, di awal Februari berdasarkan rilis BMKG merupakan puncak musim penghujan.

“Sudah kita sampaikan kepada teman-teman relawan bahwa diakhir Januari dan awal Februari adalah puncak musim hujan,” kata Febby.

Penulis : jat/eem

Editor : ris

Berita Terkait

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi
Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar
DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja
DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati
KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah
Polemik Bupati-Wabup Lebak
HEBOH! Mantan Napi, Halal Bihalal Berujung Tegang
Data Stunting Lebak 2025 Dipertanyakan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIB

Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Jumat, 10 April 2026 - 10:47 WIB

DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja

Kamis, 9 April 2026 - 13:23 WIB

DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati

Kamis, 2 April 2026 - 14:20 WIB

KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB