Tiga Warga Baduy Jadi Korban Gigitan Ular Tanah

Rabu, 7 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Tiga warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak menjadi korban gigitan ular berbisa jenis ular tanah dan kondisinya kini kian parah. Namun demikian, ketiga korban itu menolak dirujuk ke rumah sakit.

“Tiga korban gigitan ular berbisa itu warga Kampung Cibogo dan Kampung Pamoean menolak untuk dirujuk ke RSUD Banten,” kata Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat di alun-alun Kota Rangkasbitung, Selasa (6/2/24).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, ketiga warga Baduy yang menjadi korban gigitan ular berbisa itu menolak dirujuk ke RSUD Banten dengan berbagai alasan, di antaranya merasa takut akan mengeluarkan biaya perawatan medis, karena tidak memiliki BPJS Kesehatan. Padahal, mereka difasilitasi oleh SRI untuk dirujuk ke RSUD Banten dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Baca Juga:  2.756 Warga Baduy Belum Miliki KTP

“Semua pasien yang dirujuk itu dengan menyertakan SKTM untuk warga Baduy, karena sudah bekerja sama antara SRI dan RSUD Banten,” ucap Arif.

Menurut Arif, alasan lainnya mereka takut menjalani perawatan medis di RSUD Banten, karena saat ini sudah mendekati tradisi ritual Kawalu. Oleh karena itu, pihaknya bersama tim medis SRI, termasuk dokter akan mengunjungi tiga korban gigitan ular tersebut.

Kondisi mereka kini tergolong parah. Bahkan, korban bernama Sangsang (45) warga Kampung Cibogo, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, tangan kanannya kini menghitam dan membusuk.

“Warga korban gigitan ular itu tinggal di kampung yang berdekatan dengan lokasi permukiman Baduy Dalam yang masih kuat memegang tradisi adat. Kami akan mendatangi rumah mereka untuk memberikan pengobatan bersama tim medis agar tidak menimbulkan luka parah yang bisa mengakibatkan kematian,” ungkap Arif.

Baca Juga:  Warga Soroti Empat Proyek Strategis

Ia mengatakan, selama ini masyarakat Baduy diminta mewaspadai gigitan ular berbisa, terlebih saat musim hujan, karena ular berkeliaran di jalan dan permukiman penduduk. Saat ini kasus warga Baduy yang menjadi korban gigitan ular tanah yang dapat mematikan itu menjadi persoalan yang cukup menonjol.

“Dalam sepekan, warga Baduy yang menjadi korban gigitan ular berbisa antara 3-5 orang,” tutup Arif.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr Budhi Mulyanto membenarkan, jika ada warga Baduy yang menjadi korban gigitan ular berbisa. Di sana, kata dia, memang banyak ular berbisa berkeliaran.

“Kemarin ada laporan dari pihak Puskesmas, jika ada warga Baduy dalam lagi yang menjadi korban gigitan ular berbisa,” kata Budhi ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Penulis : eem

Editor : dam

Berita Terkait

Gedung Permanen Sekolah Rakyat Lebak Rampung Tahun Ini
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Lebak Kejar LTT 157 Ribu Hektare pada 2026
Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi
Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar
DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja
DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati
KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:07 WIB

Gedung Permanen Sekolah Rakyat Lebak Rampung Tahun Ini

Kamis, 30 April 2026 - 16:30 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Lebak Kejar LTT 157 Ribu Hektare pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIB

Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Berita Terbaru