Usaha Stockpile Batu Bara Diduga Rawan Pungli

Kamis, 14 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Keberadaan Stockpile batu bara di Lebak Selatan saat ini dinilai telah merusak lingkungan. Maklum saja, keberadaan stockpile batu bara terkadang berada dipinggir laut atau dilahan Perhutani, sehingga tanaman hutan disekitarnya menjadi rusak, bahkan, saat ini keberadaan stockpile batu bara mulai dimanfaatkan oleh segelintir oknum dengan cara melakukan pungutan berkedok iuran dana sosial kepada pengusaha stockpile dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp5 juta sampai dengan Rp10 juta.

Dikatakan Hasanudin, penggiat lingkungan asal Lebak Selatan, keberadaan stockpile batu bara atau tempat penyimpanan batu bara sangat menjamur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan sekitar 40 stockpile batu bara itu berada tak jauh dari pantai di Kecamatan Cihara, Panggarangan sampai dengan Bayah, pengusaha itu kata Hasan, beberapa waktu lalu dimintai iuran oleh oknum warga yang berinisial Lep, dengan dalih untuk digunakan sebagai dana sosial.

Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, keberadaan pengusaha stockpile batu bara juga kini dimanfaatkan oknum warga guna meminta pungutan dengan kedok iuran dana sosial, kata Hasanudin, warga Lebak Selatan, kepada Wartawan, Kamis (14/12/2023).

Baca Juga:  Warga Soroti Empat Proyek Strategis

Menurut Hasanudin juga aktifitas penambang dan stockpile batu bara di Lebak Selatan diduga dilakukan secara illegal. Hal itu dikarenakan puluhan lokasi penambang batu bara disinyalir tidak memiliki izin tambang, sehingga keberadaannya tidak memberikan kontribusi kepada negara.

Pihaknya juga, lanjut Hasan, sangat menyayangkan dengan adanya iuran atau partisipasi dana yang diminta kepada pengusaha stockpile batu bara. Mengingat peruntukannya tidak jelas untuk apa, untuk itu Hasan meminta agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk turun langsung untuk menindak pengusaha batu bara illegal dan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum berinisial Lep.

Mayoritas mereka tidak memiliki izin, kita meminta agar Pemkab Lebak dan Polres Lebak segera turun ke lokasi stockpile batu bara, dan mengusut dugaan pungutan liar kepada pengusaha stockpile, pinta Hasanudin.

Sementara itu, Lepi yang disebut sebut sebagai orang yang memungut atau menerima uang dari para pengusaha stockpile batu bara membenarkan jika ia menerima sejumlah setoran dari pengusaha batu bara. Akan tetapi kata dia, iuran itu sudah berdasarkan hasil kesepakatan para pengusaha yang diperuntukan bagi dana sosial, diantaranya menjenguk karyawan tambang yang terkena musibah, atau membangun sekolah yang rusak.

Baca Juga:  Edukasi Anti Bullying dan Anti Narkoba di SMPN 2

Iya ada, tapi itu sifatnya iuran suka rela dan sudah mendapatkan persetujuan dari para pengusaha. Ada sih yang tidak memberikan juga, kan uangnya digunakan untuk dana sosial, kilah Lepi.

Kasie Trantib Kecamatan Cihara, Syawaludin mengatakan, jika keberadaan pengusaha batu bara dan stockpile di Kecamatan Cihara mayoritas tidak memiliki izin. Karena untuk mengurus perizinan saat ini sangat susah, karena harus langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup, selain itu pihaknya sangat dilematis, karena keberadaan pengusaha tambang batu bara sudah ada sejak zaman penjajahan.

Saya rasa mereka tidak memiliki izin. Karena harus mengurus ke Kementerian, tapi keberadaan mereka terkadang sangat membantu warga, jadi dilematis kita, yang penting kami kerap memberikan pengarahan agar penambang hati hati, terutama jika memasuki musim hujan, kata Syawal.

Penulis : jat/eem

Editor : ris

Berita Terkait

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi
Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar
DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja
DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati
KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah
Polemik Bupati-Wabup Lebak
HEBOH! Mantan Napi, Halal Bihalal Berujung Tegang
Data Stunting Lebak 2025 Dipertanyakan
Berita ini 268 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIB

Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Jumat, 10 April 2026 - 10:47 WIB

DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja

Kamis, 9 April 2026 - 13:23 WIB

DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati

Kamis, 2 April 2026 - 14:20 WIB

KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah

Berita Terbaru