LEBAK | TR.CO.ID
Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Lebak di jalan raya Rangkasbitung – Cipanas mengalami kebakaran hebat sekitar Rabu pukul 22.30 WIB. Belum jelas penyebab kebakaran di kantor tersebut, yang pasti, akibat kejadian tersebut, saat ini gedung aula rapat utama dan ruangan bidang penyediaan pengembangan prasarana pertanian (Bidang P4) gosong akibat dilalap si jago merah.
Menurut Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Imam Fasa, kronologis kejadian kebakaran bermula pada hari Rabu (26/12) malam sekira pukul 22.30, saat itu, penjaga kantor mencium bau asap terbakar dari ruang aula yang berada di lantai dua. Tak lama kemudian, api dengan cepat menjalar keruangan lainnya, sadar api mulai membesar, penjaga pun segera melaporkan adanya peristiwa kebakaran kepada Satpol PP dan Damkar Lebak.
“Penyebab kebakarannya belum pasti. Karena dari pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan penyebab utamanya, yang pasti akibat kejadian itu ruangan rapat di aula utama dan ruangan bidang P4 terbakar,” kata Imam Fasa, kepada wartawan di halaman kantor Dinas Pertanian, Kamis (27/12/23).
Kata Imam, saat ini seluruh ruangan di kantor Dinas Pertanian listriknya dimatikan. Hal itu dilakukan berdasarkan petunjuk dari PLN, karena khawatir konsleting menjadi penyebab utama kebakaran, sedangkan unyuk pelayanan kepada masyarakat pihaknya tetap membuka layanan seperti biasa di areal kantor dinas Pertanian.
Kerusakan akibat kebakaran kata Imam, belum bisa diprediksi. Akan tetapi jika melihat barang barang inventarisir yang ada di kedua ruangan yang terbakar itu, Imam mengatakan pasti ada kerusakan seperti pendingin ruangan (AC), kursi rapat, bangku dan lain lain.
“Saat ini pelayanan kepada masyarakat tetap dilaksanakan di areal kantor Dinas Pertanian. Hanya saja belum bisa menggunakan perangkat komputer atau alat alat listrik lainnya, karena dilarang PLN untuk menyalakan listrik, sedangkan untuk kerugian belum bisa ditaksir,” ucap Iman.
Semetara itu, Wahyu Hidayat, Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan (Kabag Adpem) Pemkab Lebak mengaku saat ini pihaknya sedang menginventarisir jumlah kerusakan di Dinas Pertanian. Sehingga nantinya akan jelas berapa kerugian akibat kebakaran itu.
”Ini kami sedang menginventaris dan menghitung jumlah kerusakan akibat kebakaran. Nanti dikabari informasi selanjutnya ya kang,” kata Kabag Adpem.
Penulis : jat
Editor : dam









