Pemuda di Lebak Dirantai Keluarga dalam Rumah

Rabu, 17 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Subki (25) warga Kampung Bojong Girang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak dirantai oleh keluarganya di dalam rumah. Subki terpaksa dirantai keluarganya, karena sering kalap atau ngamuk, bahkan membawa senjata tajam berupa golok yang bisa membahayakan masyarakat akibat menderita gangguan jiwa sejak tiga tahun silam sewaktu masih duduk dibangku sekolah kelas 3 SMA.

“Iya mau gimana lagi sering ngamuk jadi kita rantai biar tidak meresahkan dan membahayakan warga,” kata Subekah ibu kandung Subki kepada wartawan, Rabu (17/1/24).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, awalnya Subki merupakan anak yang rajin bahkan tergolong cerdas. Entah apa yang terjadi, beberapa waktu sebelum kelulusan sekolah dia berperilaku aneh.

Baca Juga:  Libur Lebaran 2026, Wisatawan ke Kota Tangerang Tembus 119 Ribu Orang

“Dulu engga begini. Paling parah memang tiga tahun terakhir ini,” tuturnya.

Selain Subki, lanjut Subekah, adik dari Subki juga menderita gangguan jiwa. Namun, pihak keluarga tidak merantai dia karena tidak sering mengamuk.

“Adiknya Subki bernama Adeng sama juga tapi tidak ngamuk, makanya tidak kita rantai,” ujarnya.

Ia berharap ada bantuan dari pemerintah agar kedua putranya bisa menjalani perawatan dan sehat kembali seperti anak-anak pada umumnya.

“Iya dua anak saya ini jadi pemikiran saya terus, sedih bila melihat kondisinya, makanya saya berharap bisa sembuh kembali pak,” paparnya.

Baca Juga:  Kuota Haji Indonesia 2024 Capai 241 Ribu Jamaah

Jeni, warga sekitar mengaku, tidak menampik bahwa dulu Subki terbilang orang yang pintar pandai bergaul layaknya para pemuda lainnya.

“Dia temen, bahkan dia itu orangnya pinter dan cerdas,” katanya.

Kata dia, Subki pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah Grogol. Namun karena terkendala biaya akhirnya pihak keluarga membawa pulang.

“Sekali jalan aja Rp 1 juta jadi dibawa pulang lagi, karena terkendala biaya,” ucapnya.

Sementara itu, Sekertaris Camat Cibadak, Dedi Setiawan membenarkan adanya warga yang dipasung pihak keluarga.

“Iya ada, katanya sering ngamuk, kita sudah laporkan juga ke dinas kesehatan dan dinas sosial,” kata Dedi. (jat/dam)

Berita Terkait

Gedung Permanen Sekolah Rakyat Lebak Rampung Tahun Ini
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Lebak Kejar LTT 157 Ribu Hektare pada 2026
Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi
Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar
DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja
DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati
KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah
Berita ini 35 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:07 WIB

Gedung Permanen Sekolah Rakyat Lebak Rampung Tahun Ini

Kamis, 30 April 2026 - 16:30 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Lebak Kejar LTT 157 Ribu Hektare pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIB

Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Berita Terbaru