Permintaan Kain Tenun Baduy Kembali Meningkat

Jumat, 29 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Permintaan kain tenun tradisional produksi masyarakat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, kembali meningkat sehingga dapat menyumbangkan pendapatan ekonomi keluarga. Perajin tenun itu memproduksi sebanyak dua kain dalam seminggu, sehingga bisa menafkahi kebutuhan sehari hari.

“Kami sekarang memproduksi satu pekan sebanyak dua kain dan dijual Rp500 ribu, sehingga pendapatan Rp2 juta per bulan,” kata Marnah, seorang perajin penenun masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Kamis (28/12/23).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Produksi kain tenun tradisional yang dilakukan itu selama delapan tahun dan sempat tahun 2020 – 2021 menghentikan kegiatan akibat penyebaran COVID -19. Selama ini, permintaan produksi kain tenun tradisional masyarakat Baduy kembali normal.

Baca Juga:  Pembangunan Infrastruktur RSUD Malingping Disoal

“Semua produk kain tenun itu dijual ke penampung juga terkadang konsumen ke sini,” kata Marnah.

Begitu juga perajin lainnya, Iroh, warga Kampung Gajeboh yang mengaku dirinya kembali memproduksi kain tenun khas tradisional masyarakat Baduy setelah permintaan pasar normal. Produksi kain tenun tradisional itu paling mampu merampungkan satu kain dengan panjang 2 meter dan lebar 1,5 meter per pekan.

Sebab, dirinya tentu sudah tidak kuat untuk memproduksi dua kain per pekan, karena usia lanjut itu.

“Kami produksi satu kain per pekan bisa menghasilkan pendapatan Rp250 ribu,” kata Iroh.

Sementara itu, Sutisna, petugas Penyuluh Perindustrian Muda pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak mengatakan produksi kain tenun tradisional masyarakat Baduy dilakukan oleh kaum perempuan dan mereka mengerjakan di balai – balai rumah sambil menunggu suaminya datang dari ladang.

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Gelar Sosialisasi Produk bagi Pelaku UMKM

Mereka kaum perempuan memproduksi kerajinan tenun tradisional untuk membantu pendapatan ekonomi keluarga. Saat ini, kata dia, jumlah perajin kain tenun Baduy mencapai 600 orang dan proses produksi dilakukan secara tradisional dengan menggunakan alat sederhana serta tidak ada sentuhan teknologi modern dalam pengerjaannya.

Motif dan corak tenun Baduy itu memiliki filosofi yang mendalam sehingga berbeda dengan penenun dari daerah lain di Tanah Air. Filosofi corak dan motif tenun Baduy itu mengandung makna kecintaan terhadap lingkungan alam juga kebaikan, kerukunan, kedamaian sesama manusia.

Penulis : eem

Editor : dam

Berita Terkait

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi
Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar
DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja
DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati
KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah
Polemik Bupati-Wabup Lebak
HEBOH! Mantan Napi, Halal Bihalal Berujung Tegang
Data Stunting Lebak 2025 Dipertanyakan
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIB

Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Jumat, 10 April 2026 - 10:47 WIB

DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja

Kamis, 9 April 2026 - 13:23 WIB

DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati

Kamis, 2 April 2026 - 14:20 WIB

KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB