Sampah di Lebak Naik 10 Persen Selama Ramadhan

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak mencatat adanya peningkatan volume sampah selama bulan suci Ramadan 2026. Kenaikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan tren peningkatan volume sampah sudah mulai terasa sejak awal Ramadan. Meski demikian, pihaknya memastikan kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat ditangani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara umum ada kenaikan kurang lebih 10 persen. Ini pola yang hampir selalu terjadi setiap Ramadan,” ujar Irvan, dikutip Watawan, Rabu (4/3/26).

Menurutnya, lonjakan sampah didominasi limbah rumah tangga. Aktivitas memasak untuk sahur dan berbuka, serta meningkatnya pembelian makanan siap saji, menjadi faktor utama bertambahnya produksi sampah harian.

Baca Juga:  Modernisasi Pengolahan Sampah dengan Teknologi RDF di TPS3R

Jenis sampah yang paling banyak ditemukan antara lain sisa bahan makanan dan limbah dapur, kemasan plastik makanan dan minuman, serta bungkus takjil sekali pakai. Peningkatan tersebut mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan, baik pada sampah organik maupun anorganik.

“Yang paling dominan itu sampah dapur dan bungkus plastik. Aktivitas warga memang lebih tinggi dibanding hari biasa,” jelasnya.

DLH memastikan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di Kabupaten Lebak masih mencukupi untuk menampung peningkatan volume sampah. Untuk mendukung pemerataan beban, distribusi pembuangan diatur berdasarkan wilayah.

Wilayah selatan diarahkan ke TPA Cihara, sedangkan wilayah utara ke TPA Dengung. Pengaturan tersebut dilakukan agar pengelolaan sampah tetap optimal selama Ramadan.

Baca Juga:  Mendes PDT Yandri Susanto Kunjungi Stand BUMDesa Terate Mandiri

“Kapasitas masih aman. Wilayah selatan ke Cihara, wilayah utara ke Dengung,” kata Irvan.

DLH juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai. Selain mencemari lingkungan, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan banjir serta gangguan kesehatan.
Irvan menegaskan, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Jangan sampai sampah dibuang ke sungai atau sembarang tempat. Dampaknya bisa panjang, mulai dari pencemaran hingga banjir,” tegasnya.

Dengan meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan 2026, kesadaran kolektif warga dinilai menjadi kunci agar lonjakan volume sampah tidak berkembang menjadi persoalan lingkungan yang lebih luas. (jat/dam/hmi)

Berita Terkait

Gedung Permanen Sekolah Rakyat Lebak Rampung Tahun Ini
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Lebak Kejar LTT 157 Ribu Hektare pada 2026
Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi
Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar
DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja
DPRD LEBAK, Masa Aksi Kepung DPRD Lebak, Sampaikan 10 Tuntutan ke Bupati
KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:07 WIB

Gedung Permanen Sekolah Rakyat Lebak Rampung Tahun Ini

Kamis, 30 April 2026 - 16:30 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Lebak Kejar LTT 157 Ribu Hektare pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIB

Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Berita Terbaru