LEBAK | TR.CO.ID
Gempa bumi berkekuatan 5,9 Skala Ritcher (SR) mengguncang Lebak bagian Selatan yang berpusat pada koordinat 7,57° LS ; 106.14° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 72 km Barat Daya Bayah, Banten dengan kedalaman 74 km, akan tetapi gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, gempa bumi terjadi sekitar pukul 07.53 WIB dan terasa hampir di seluruh wilayah Kabupaten Lebak yakni 28 Kecamatan. Namun begitu gempa sekitar beberapa detik itu paling terasa di empat kecamatan terdekat titik gempa yaitu Bayah, Cilograng, Cihara dan Cibeber, akan tetapi akibat gempa itu ada sejumlah rumah milik warga Lebak yang mengalami kerusakan ringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang waktu pagi sempat terjadi kepanikan warga di selatan, namun tidak berlangsung lama, karena gempa tidak berpotensi tsunami,” kata Febby kepada wartawan di Rangkasbitung, melalui sambungan telepon, Rabu (3/3/24).
Menurut Febby, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Namun, belum diketahui sebab guncangan ini, karena belum ada informasi dari BMKG. Sampai pukul 08.00 kata dia, tidak ada lagi gempa susulan.
“Sampai pukul 08.00 WIB berdasarkan rilis resmi BMKG tidak ada gempa susulan,” tuturnya.
Lanjutnya, saat ini relawan di setiap kecamatan tengah melakukan penyisiran dan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan. Hal tersebut untuk memastikan tidak ada korban jiwa atau kerusakan akibat gempa pagi hari tadi.
“Relawan sudah bergerak untuk melakukan pendataan. Saat ini ada sekitar tiga rumah yang dilaporan mengalami kerusakan,” papar Febby.
Febby mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada kala gempa bumi terjadi. Ambil tindakan sesuai dengan mitigasi gempa bumi. Jangan termakan isu liar di luaran.
“Tetap tenang, namun waspada dan hindari tempat – tempat rawan bencana, jangan percaya berita hoax yang dapat membuat kita panik,” ucap Febby.
Sementara itu, Asep Dedi Mulyadi, warga Kecamatan Bayah, seorang buruh mengatakan, guncangan gempa memang cukup terasa diwilayahnya. Karena titik gempa di wilayahnya paling terdekat dibanding dengan wilayah atau kecamatan lainnya.
“Namun begitu tidak ada kerusakan apapun dan aktivitas berjalan seperti biasa. Guncangannya tentu sangat terasa, bahkan saya merasakannya saat hendak berangkat kerja,” kata Asep.
Penulis : jat
Editor : dam









