Bulog Malang Salurkan Sesuai Sasaran, Beras Bulog Dikemas Premium

Selasa, 19 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Bulog mengklaim penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tepat sasaran meski ada kecurangan yang mengemas ulang beras SPHP ke dalam kemasan beras premium di Malang, Jawa Timur.
Kepala Kantor Bulog Cabang Malang Siane Dwi Agustina menjelaskan, pihaknya selama ini menyalurkan beras Bulog ke sejumlah toko ritel dan pedagang yang sudah dapat rekomendasi saja.


Sementara pedagang toko lain yang tidak mendapat rekomendasi dari instansi pemerintahan setempat, tapi memperoleh beras SPHP itu bukan jadi tanggungjawabnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Saat ini Bulog menyalurkan SPHP itu di ritel modern, kemudian di pasal-pasar tradisional, dan toko-toko yang lainnya di luar pasar, yang sudah mendapatkan rekomendasi dari dinas ketahanan pangan. Jadi kita semua bekerja sama, kalau yang di luar itu tidak ada,” ucap Siane Dwi Agustina, saat rilis di Mapolres Malang, pada Senin (18/3).


Namun Siane menyebut, terbongkarnya penjualan beras SPHP Bulog yang dikemas ulang dalam kemasan beras premium, dan dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.900, memang menjadi temuan terbaru. Maka hal itu, ia berharap supaya masyarakat tidak mencontoh tindakan dari Enik Hariyanti (37), ibu rumah tangga yang ditetapkan tersangka oleh Polres Malang.

Baca Juga:  KPK Panggil Perwakilan Tiga Perusahaan Kasus Korupsi APD Kemenkes


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres, bersama jajarannya yang sudah mengungkap apa kejadian ini, sehingga mungkin ke depan untuk pihak-pihak lainnya tertentu tidak akan melakukan kejadian lagi. Jadi mungkin ini sebagai efek jera,” bebernya.


Ane, sapaan akrabnya juga memastikan dari hasil investigasi internal tidak ada oknum orang dalam Bulog Kantor Cabang Malang yang terlibat. Pihaknya juga sudah memberikan data perihal pedagang-pedagang dan toko ritel yang menerima distribusi beras SPHP langsung.


“Kami pastikan ada oknum kami yang punya hasrat murahan seperti itu. (Distribusi dan asal usul beras SPHP yang diperoleh tersangka). Nanti bisa dilacak oleh Reskrim, yang jelas Bulog menyalurkan beras SPHP ini,” terangnya.


Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menuturkan, bila pihaknya telah menerima data-data detail dari Bulog Kantor Cabang Malang, terkait penyaluran beras SPHP di wilayah Kabupaten Malang. Data ini untuk memperkuat proses penyidikan terkait pengemasan ulang beras Bulog SPHP ke kemasan premium.


“Rekan-rekan dari Bulog pun sudah memberikan data, tapi mohon maaf tidak bisa kami sampaikan dalam kesempatan ini, karena itu teknis dari penyidikan kepolisian,” kata Gandha Syah Hidayat.

Baca Juga:  Terkait Kasus Kematian Dante : Polisi Tangkap Kekasih Tamara Tyasmara


Sebelumnya diberitakan, Satgas Pangan Polres Malang berhasil membongkar pengemasan ulang beras Bulog SPHP, ke kemasan premium dan dijual lebih mahal di atas HET. Dari peristiwa ini polisi berhasil mengamankan seorang perempuan bernama Enik Hariyanti (EH) berusia 37 tahun, yang merupakan pemilik usaha toko beras di Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.


Enik digerebek dan tertangkap basah di rumahnya pada Jumat malam (15/3/2024) pukul 22.45 WIB, saat tengah memindahkan isi beras Bulog SPHP ke kemasan beras premium seberat 25 kilogram merek Raja Lele, serta kemasan 5 kilogram untuk merek Ramos Bandung.


Beras Bulog yang sudah dipindah ke kemasan premium itu lantas dijual seharga Rp69.000 – 70.000 untuk kemasan 5 kilogram merek Ramos Bandung, serta Rp350.000 untuk kemasan 25 kilogram merek Raja Lele, atau jika dikalkulasikan di harga Rp14.000 per kilogram.


Pelaku sudah beroperasi kurang lebih lima bulan dan mendapatkan keuntungan hingga Rp8 -Rp9 juta per bulannya, atau jika dikalkulasikan lima bulan mencapai Rp45 juta.(jr)

Berita Terkait

Kuliner Lezat Selama Liburan Bulan Juni 2024 hadir di Hotel Santika Premiere Bintaro
PPDB 2024, Dindikbud Banten Pastikan SKTM Tak Berlaku untuk Jalur Afirmasi
Dua Bocah Tewas Dibekas Galian Puspemkab Tangerang
Angka Kemiskinan Turun 5,89 Persen di Bawah Rata-Rata Nasional
Budaya Kampung Sebabkan Maraknya Pernikahan Dini
Diduga Gagal Perencanaan, Pekerjaan Irigasi Bojongkakak Disorot
HMI Cabang Pandeglang Laporkan Dugaan Korupsi di Proyek Bendung DI Cimoyan
HUT Kecamatan Balaraja ke 143 Dibuka Sekda
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 11:09 WIB

Kuliner Lezat Selama Liburan Bulan Juni 2024 hadir di Hotel Santika Premiere Bintaro

Jumat, 14 Juni 2024 - 11:01 WIB

PPDB 2024, Dindikbud Banten Pastikan SKTM Tak Berlaku untuk Jalur Afirmasi

Jumat, 14 Juni 2024 - 10:58 WIB

Dua Bocah Tewas Dibekas Galian Puspemkab Tangerang

Jumat, 14 Juni 2024 - 10:43 WIB

Angka Kemiskinan Turun 5,89 Persen di Bawah Rata-Rata Nasional

Jumat, 14 Juni 2024 - 10:27 WIB

Budaya Kampung Sebabkan Maraknya Pernikahan Dini

Jumat, 14 Juni 2024 - 10:24 WIB

Diduga Gagal Perencanaan, Pekerjaan Irigasi Bojongkakak Disorot

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:02 WIB

HMI Cabang Pandeglang Laporkan Dugaan Korupsi di Proyek Bendung DI Cimoyan

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:22 WIB

HUT Kecamatan Balaraja ke 143 Dibuka Sekda

Berita Terbaru

Selebritis

Amanda Manopo: Atas sampai Bawah Hasil Perawatan

Jumat, 14 Jun 2024 - 11:05 WIB

Hukum & Kriminal

16 Remaja Bersajam Live Instagram Hendak Tawuran

Jumat, 14 Jun 2024 - 11:00 WIB

Daerah

Dua Bocah Tewas Dibekas Galian Puspemkab Tangerang

Jumat, 14 Jun 2024 - 10:58 WIB