Lebak Dominasi Potensi Bencana Alam, Upaya Pemkab dalam Penanganan dan Pencegahan

Kamis, 23 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Banten, Mahdani, saat memberikan pemaparan pada acara RPD Lebak 2025-2026

Kepala Bappeda Banten, Mahdani, saat memberikan pemaparan pada acara RPD Lebak 2025-2026

LEBAK | TR.CO.ID

Pemerintah Provinsi Banten, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, merinci jenis bencana alam yang memiliki potensi tinggi terjadi di Kabupaten Lebak. Pemaparan ini disampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi Banten, Mahdani, dalam acara Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Lebak 2025-2026. Mahdani menyebutkan sebelas jenis bencana yang mungkin terjadi di Banten, dengan lima di antaranya berfokus di Kabupaten Lebak, yaitu banjir bandang, cuaca ekstrem, gempa bumi, kekeringan, dan tanah longsor.

“Kita tidak berharap bencana terjadi, tetapi berdasarkan potensi jenis bencana, lima di antaranya ada di Lebak,” ujar Mahdani pada pemaparannya, Kamis (23/11/2023).

Mahdani menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalisir dampak bencana dan melindungi masyarakat. Salah satunya adalah dengan melaksanakan pembangunan yang memperhatikan kondisi alam setempat, sehingga hasil pembangunan menjadi ramah terhadap lingkungan.

“Dengan begitu, untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat bencana alam, maka kita menerapkan konsep pembangunan disesuaikan dengan kondisi alam di lokasi kegiatan,” ujar Mahdani.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Lebak, Yosef Muhammad Holis, menanggapi potensi bencana alam di Lebak sebagai yang paling dominan di Provinsi Banten. Yosef menyatakan bahwa Pemkab Lebak berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi bencana.

Pemkab Lebak, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana. Selain itu, dengan mengalokasikan anggaran tanggap darurat dan pasca bencana, Pemkab Lebak aktif dalam upaya penanggulangan bencana. Organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya juga turut berkontribusi, seperti Dinas Pertanian dan PUPR Lebak yang melakukan kegiatan perbaikan dan pembangunan Embung sebagai upaya konservasi air.

“Berbagai upaya dilakukan Pemkab Lebak untuk menanggulangi bencana, termasuk pengalokasian anggaran tanggap darurat dan pasca bencana,” kata Yosef.

Penulis : Eem

Editor : FJ

Berita Terkait

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan
Pemkot Tangerang Uji Coba Penutupan Kawasan Taman Elektrik Tertibkan Parkir Liar
Warga Jakarta Terlantar diselamatkan DINSOS Kota Tangerang
Sachrudin Ajak ASN Perkuat Iman dan Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Saat Evaluasi Sarpras di Karawaci, Maryono: Harus Terus Fokus pada Kebutuhan Warga
Respons Isu Pocong Jadi-Jadian, Sachrudin: Jangan Mudah Terprovokasi!
DPRD Soroti Praktik Pungli Parkir, Dorong Penanganan Terintegrasi dan Digitalisasi Sistem
Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:20 WIB

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:59 WIB

Pemkot Tangerang Uji Coba Penutupan Kawasan Taman Elektrik Tertibkan Parkir Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:52 WIB

Warga Jakarta Terlantar diselamatkan DINSOS Kota Tangerang

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:53 WIB

Saat Evaluasi Sarpras di Karawaci, Maryono: Harus Terus Fokus pada Kebutuhan Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:47 WIB

Respons Isu Pocong Jadi-Jadian, Sachrudin: Jangan Mudah Terprovokasi!

Berita Terbaru

Daerah

Warga Jakarta Terlantar diselamatkan DINSOS Kota Tangerang

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:52 WIB